Seiring berjalannya roda waktu
dupojok sebuah ruang sempit
lamunanku kembali ke masa lalu
mengungkap sebuah cerita indah
seakan membawaku kembali
begitu indah untuk diingat
bahkan teramat manis untuk dirasakan
semua seakan terlalu cepat berlalu
secepat waktu yang terus berputar
entahlah...
saat aku berpikir lain
untuk menjadikannya sebuah kenangan
suatu realitas bahwa perasaaan
akan selalu ada dekat dengan diri kita
dia tak pernah punya basa basi
atau istilah lainnya
saat ini akau mengatakannya jujur
kamu pun jujur tanpa basa basi
tanpa asa berat hati atau sakit hati
karena yang aku tahu hanyalah
kekecewaan yang sangat mendalam
Aku-pun menyadarinya
saat ini aku tak berdaya lagi
dan hanya bisa menutup wajah pucatku
dengan kedua telapak tanganku yang penuh
dengan keringat dingin
kamupun memakluminya sebagai suatu kesalahan
yang sangat atas ucapanku
tentang kekecewaanmu saat itu
itu masa laluku yang tak pernah berlalu
dihadapan wajahku yang kian memerah
aku pun pernah berusaha untuk meralat
kembali ucapan kekecewaan itu
karena ku tahu perasaan punya arti sendiri
namun harapan itu kian terhapus
aku hanyalah sebagian dari
kekesalan dan emosi dirimu terhadap
tingkah dan ucapan itu
aku hanyalah umpatan dan sumpah serapahmu
tentang sebuah keputusan yang belum jelas
dan tak lagi terlihat
mungkin bukan saatnya lagi aku
mengungkapkan jujur perasaanku
sebab tak mungkin lagi untuk diucapkan
dalam waktu yang hanya berselang saja
itupun masih dalam bayang keraguan
dan kebimbangan diriku padamu
hatimu telah tertutup untukku
untuk saat yang tak pernah ada batas darimu
hingga keputus asaanku terucap
dalam emosi yang teramat sangat
bahwa perasaanku akan kututup untuk
waktu yang sangat panjang
ku tak ingin memiliki hati yang lain
selain hatiku sendiri yang punya perasaan
perasaanku akan kujadikan menjadi yang egois
dan penuh akan kebencian orang lain
meski harus menerima resiko
yang sangat menyakitkan terhadap perasaan diriku
perasaan tak dapat dipermainkan waktu
ataupun keadaan disat kita sedang ragu sekalipun
dia bagai kawah yang setiap saat siap menyemburkan lahar
disaat gejolak ungkapan menyatu
dan memadukan antara emosi dan kesabaran
emosi kadang menjadi musuh
yang paling menakutkan dan sering kali
mengalahkan keabaran diriku dibawah sadar perasaan diriku
istilah mengalah untuk menang bukan lagi
suatu realitas yang mudah dilakukan
ke dalam ucapan yang menyakitkan
ucapakanlah hitam bila memang itu hitam
berkatalah putih bila memang seharusnya putih
itulah perasaan yang tak pernah mengenal dengan
basa basi dan atau istilah lainnya
tertulis tuk mengenang masa laluku yang penuh dengan kekecewaan
emosi dan kebencian diantara cintaku yang selalu mengalah
Medio, 17 nopember 1997
Jumat, 14 Januari 2011
Kamis, 13 Januari 2011
nopember
kelabu langit ku
hitam pekat pandanganku
cahayamu redup
remang
jadikanku merangkak
tak pernah sampai
karena jauh jarak waktu
biarlah cepat pergi berlalu
hitam pekat pandanganku
cahayamu redup
remang
jadikanku merangkak
tak pernah sampai
karena jauh jarak waktu
biarlah cepat pergi berlalu
Resah
resah...sunyi...
aku jatuh, bangun
berdiri dalam pelukan angin malam
berpijak diatas
kaki yang telah lama luka
aku jatuh, bangun
berdiri dalam pelukan angin malam
berpijak diatas
kaki yang telah lama luka
Kisah Cinta
Cintaku...
tak pernah kurasakan indahmu
meski, kedengarannya memang begitu indah
tak sekalipun ku dengar kisahmu
meski...
rasanya memang begitu indah
tak juga ku jalani ceritamu
meski perjalanannya memang begitu panjang
cintaku
hanya lah angan dan asa
tak ada seumur rumpun padi
tak juga seumur jagung
cintaku
berjalan begitu cpat berlalu
bagai angin
debu debu menderu
tak pernah kurasakan indahmu
meski, kedengarannya memang begitu indah
tak sekalipun ku dengar kisahmu
meski...
rasanya memang begitu indah
tak juga ku jalani ceritamu
meski perjalanannya memang begitu panjang
cintaku
hanya lah angan dan asa
tak ada seumur rumpun padi
tak juga seumur jagung
cintaku
berjalan begitu cpat berlalu
bagai angin
debu debu menderu
Demokrasi diri
saat rembulan menampakkan kesenduan
tersenyum mengejek diri
bayang bayang itu masih ada
aku merasa malu pada diriku
bahkan menutup wajah dengan kedua tangan
tapi...
mengapa itu harus ku lakukan???
sementara
yang lain terlihat dengan jelas
telanjang
telanjang kaki
telanjang dada
bahkan semmua telanjang
aku merasa ditelanjangi sang waktu
yang tak mau tahu
emosi diri yang tak ada kendali
aku berteriak " Demokrasi"
pada sang waktu
bahkan pada diriku sendiri
namun ...
apa yang kudapat >??
mereka sedikitpun tak mau peduli
akhir january....
tersenyum mengejek diri
bayang bayang itu masih ada
aku merasa malu pada diriku
bahkan menutup wajah dengan kedua tangan
tapi...
mengapa itu harus ku lakukan???
sementara
yang lain terlihat dengan jelas
telanjang
telanjang kaki
telanjang dada
bahkan semmua telanjang
aku merasa ditelanjangi sang waktu
yang tak mau tahu
emosi diri yang tak ada kendali
aku berteriak " Demokrasi"
pada sang waktu
bahkan pada diriku sendiri
namun ...
apa yang kudapat >??
mereka sedikitpun tak mau peduli
akhir january....
Doa Untuk Anakku Hauzan Aqil
Anakku Hauzan Aqil Al Ghozali, yang Abi Sayangi
Salah satu karunia yang cukup terasakan bagi orang tua yang paling dahsyat adalah kehadiran seorang anak, anak yang menjadi mata hari dan menyejukkan hati orang tua adalah harapan orang tua, Hari ini Engkau menginjakkan di 7 tahun umurmu, Abi dan Bunda Do'akan mudah-mudahan engkau jadi anak sholeh,
Anak-soleh dalam agama Islam diajarkan bahwa ada tiga amalan yang akan terus mengalir pahalanya walau pemiliknya telah tinggalkan dunia fana yaitu ;
1.ilmu yang bermanfaat
2.amal jariyah dan
3.doa anak sholeh
Ini bermakna bahwa Abi dan Bunda diminta untuk mendidik anaknya agar menjadi anak yang sholeh yang kelak diharapkan akan terus mendoakan orang tuanya. Pesan dari ajaran tersebut adalah pesan tentang pendidikan, pendidikan kepada anak, yang ganjarannya begitu menggiurkan karena pahalanya akan terus mengalir meski kita sudah meninggal.
Ada sebuah doa yang dikenal dengan nama ‘Doa Anak Sholeh’ dan yang diajarkan oleh hampir semua orang tua muslim kepada anak-anak mereka dengan harapan agar anak-anak mereka mau mendoakan mereka dengan doa ini. Begini bunyinya :
“ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO”
Artinya dalam Bahasa Indonesia : “ Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil ”
Doa ini begitu populernya sehingga hampir semua anak di sekolah hafal dengan doa ini. Doa ini juga cukup pendek dan sangat mudah dihafalkan oleh anak-anak. Dalam jangka waktu singkat anak balita bisa mengingat dan menghafalnya. Akan sungguh mengggemaskan jika kita mendengar anak balita yang masih cedal membacakan doa ini. Kalau anak kita bisa membaca doa ini rasanya hati orang tua langsung ‘mak nyes’, adem dan bahagia!
Aqil Anakku yang Abi Sayang,
Abi dan Bunda berusaha mengajarkan doa ini kepadamu, agar abi dan bunda benar-benar bisa memahami makna dari doa ini? Sebagai seorang abi, abi sungguh takjub dengan pesan yang hendak disampaikan oleh doa ini. Coba perhatikan kalimatnya baik-baik dan pikirkan mengapa doanya seperti itu.
Bunda yang abi sayang,
Mengapa anak-anak kita diminta untuk berdoa agar orang tuanya disayangi ‘sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil’? Mengapa redaksinya bukan ‘sebagaimana mereka menyayangiku selama ini’, umpamanya. Mengapa justru ditekankan ‘sewaktu aku masih kecil’? Apakah doa ini hanya berlaku bagi anak yang masih kecil saja dan jika sudah lebih dewasa maka redaksinya akan diubah menjadi. :”Sewaktu aku ABG, atau sewaktu dewasa’, umpamanya? Tidak. Doa itu redaksinya tidak berubah redaksinya meski kita mendoakan orang tua kita ketika kita sendiri telah tua. Redaksinya tidak berubah dan tidak perlu diubah.
Menurut Abi, doa ini mengandung pesan pendidikan yang sungguh dalam bagi kita sebagai orang tuanya. Jadi sebenarnya doa ini memang pesannya UNTUK ORANG TUA dan bukan untuk si anak. Melalui doa ini terkandung pesan untuk meminta agar orang tua mendidik dan menyayangi anaknya dengan sebaik-baiknya, khususnya SEWAKTU KECIL. Para orang tua diminta untuk mencurahkan kasih sayangnya sepenuh-penuhnya kepada anaknya sewaktu kecil karena sewaktu kecil itulah anak-anak kita membutuhkan kasih sayang yang tak terhingga sebagai bekal bagi mereka mengarungi hidup sewaktu besar nantinya. Dengan kasih sayang yang berlimpah dan pendidikan yang baik pada waktu kecil (bukan berarti memanjakannya) maka sang anak akan punya fondasi mental dan spiritual yang kuat dalam menghadapi hidup mereka di masa dewasa nantinya. Dengan doa ini seolah hendak dikatakan kepada para orang tua,:”Wahai para orang tua, sayangilah anak-anakmu sebaik-baiknya pada saat mereka masih kecil. Berikan semua yang terbaik darimu kepada anak-anakmu ketika mereka masih kecil. Janganlah sampai mereka mendapati hal yang buruk dan tidak baik darimu ketika mereka masih kecil. Janganlah sampai engkau menunjukkan sikap kasar, keras dan kejammu pada anakmu waktu masih kecil karena Tuhanmu akan mengganjarmu sesuai dengan perbuatanmu pada anakmu ketika masih kecil (dan bukan pada masa yang lain)”
Bunda yang abi sayangi,
Secara alami orang tua memang sangat menyayangi anak-anak mereka ketika masih kecil. Itu masa-masa ketika orang tua sangat menyayangi dan melindungi anak-anak mereka. Mereka melimpahinya dengan berbagai pujian dan hadiah. Pelukan dan ciuman datang tak henti-hentinya. Kata-kata lembut dan panggilan sayang berhamburan. Rasanya apa saja yang diminta oleh anak sewaktu ia masih kecil segera dituruti dan diusahakan dengan sungguh-sungguh. Para orang tua biasanya menolerir semua kesalahan anak-anak mereka dan tidak marah meskipun anak memecahkan barang orang tua yang paling disayangi.
Hal ini tentu berbeda dengan ketika anak sudah cukup besar. Pada saat itu orang tua sudah mulai kurang toleran. Pujian semakin berkurang dan hukuman semakin banyak. Raut muka dan tutur kata sudah mulai berubah. Pendek kata kasih sayang orang tua sudah berbeda dengan ketika anak masih kecil. Itulah sebabnya doa tersebut menyebutkan secara spesifik WAKTU TERINDAH dalam hubungan anak dan orang tua, yaitu ‘sewaktu masih kecil’. Orang tua akan dimintakan ganjaran kepada Tuhan pengampunan dosa dan balasan kasih sayang yang terbaik dari Allah sebagaimana mereka melakukan hal yang terbaik kepada anak mereka sewaktu mereka masih kecil.
Jadi dengan doa itu kita sebenarnya diminta untuk menyayangi anak-anak kita ‘habis-habisan’ ketika mereka masih kecil karena upaya kita pada saat itulah yang akan menjadi perhitungan untuk balasannya dari Allah kelak. Hal itu juga sesuai dengan kebutuhan anak yang memerlukan kasih sayang yang berlimpah ketika masih kecil karena mereka benar-benar masih sangat bergantung pada orang tua pada saat itu. Hal itu juga sesuai dengan fitrahnya orang tua yang masih benar-benar ‘all-out’ dalam menyayangi anaknya ketika masih kecil. Doa itu memang mengandung pesan pendidikan luar biasa!
Jadi jika Abi dan Bunda masih punya anak kecil yang akan kita ajari doa tersebut jangan lupa bahwa doa itu sebenarnya pesan dari Tuhan kepada Kita. Berikan yang terbaik dan terindah dari Kita kepada anak-anak kita yang masih kecil tersebut. Dengan demikian doa mereka akan sungguh-sungguh dan menghasilkan buah pahala yang tidak putus-putusnya
Semoga Alloh Mengabulkan setiap Do'a Kita dalam setiap Sholat dan nafas kita...amien
Terima Kasih yang tak terhingga untuk Mamah di Bandung (anakmu sungguh sayang padamu) semoga Alloh selalu melimpahkan Kasih SayangNYA padamu.
Untuk Kakak dan Adik-adiku yang saat ini memiliki anak-anak yang masih kecil, semoga Anak-anak kita jadi anak yang sholeh dan sholehah....
“ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO”
Salah satu karunia yang cukup terasakan bagi orang tua yang paling dahsyat adalah kehadiran seorang anak, anak yang menjadi mata hari dan menyejukkan hati orang tua adalah harapan orang tua, Hari ini Engkau menginjakkan di 7 tahun umurmu, Abi dan Bunda Do'akan mudah-mudahan engkau jadi anak sholeh,
Anak-soleh dalam agama Islam diajarkan bahwa ada tiga amalan yang akan terus mengalir pahalanya walau pemiliknya telah tinggalkan dunia fana yaitu ;
1.ilmu yang bermanfaat
2.amal jariyah dan
3.doa anak sholeh
Ini bermakna bahwa Abi dan Bunda diminta untuk mendidik anaknya agar menjadi anak yang sholeh yang kelak diharapkan akan terus mendoakan orang tuanya. Pesan dari ajaran tersebut adalah pesan tentang pendidikan, pendidikan kepada anak, yang ganjarannya begitu menggiurkan karena pahalanya akan terus mengalir meski kita sudah meninggal.
Ada sebuah doa yang dikenal dengan nama ‘Doa Anak Sholeh’ dan yang diajarkan oleh hampir semua orang tua muslim kepada anak-anak mereka dengan harapan agar anak-anak mereka mau mendoakan mereka dengan doa ini. Begini bunyinya :
“ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO”
Artinya dalam Bahasa Indonesia : “ Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil ”
Doa ini begitu populernya sehingga hampir semua anak di sekolah hafal dengan doa ini. Doa ini juga cukup pendek dan sangat mudah dihafalkan oleh anak-anak. Dalam jangka waktu singkat anak balita bisa mengingat dan menghafalnya. Akan sungguh mengggemaskan jika kita mendengar anak balita yang masih cedal membacakan doa ini. Kalau anak kita bisa membaca doa ini rasanya hati orang tua langsung ‘mak nyes’, adem dan bahagia!
Aqil Anakku yang Abi Sayang,
Abi dan Bunda berusaha mengajarkan doa ini kepadamu, agar abi dan bunda benar-benar bisa memahami makna dari doa ini? Sebagai seorang abi, abi sungguh takjub dengan pesan yang hendak disampaikan oleh doa ini. Coba perhatikan kalimatnya baik-baik dan pikirkan mengapa doanya seperti itu.
Bunda yang abi sayang,
Mengapa anak-anak kita diminta untuk berdoa agar orang tuanya disayangi ‘sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil’? Mengapa redaksinya bukan ‘sebagaimana mereka menyayangiku selama ini’, umpamanya. Mengapa justru ditekankan ‘sewaktu aku masih kecil’? Apakah doa ini hanya berlaku bagi anak yang masih kecil saja dan jika sudah lebih dewasa maka redaksinya akan diubah menjadi. :”Sewaktu aku ABG, atau sewaktu dewasa’, umpamanya? Tidak. Doa itu redaksinya tidak berubah redaksinya meski kita mendoakan orang tua kita ketika kita sendiri telah tua. Redaksinya tidak berubah dan tidak perlu diubah.
Menurut Abi, doa ini mengandung pesan pendidikan yang sungguh dalam bagi kita sebagai orang tuanya. Jadi sebenarnya doa ini memang pesannya UNTUK ORANG TUA dan bukan untuk si anak. Melalui doa ini terkandung pesan untuk meminta agar orang tua mendidik dan menyayangi anaknya dengan sebaik-baiknya, khususnya SEWAKTU KECIL. Para orang tua diminta untuk mencurahkan kasih sayangnya sepenuh-penuhnya kepada anaknya sewaktu kecil karena sewaktu kecil itulah anak-anak kita membutuhkan kasih sayang yang tak terhingga sebagai bekal bagi mereka mengarungi hidup sewaktu besar nantinya. Dengan kasih sayang yang berlimpah dan pendidikan yang baik pada waktu kecil (bukan berarti memanjakannya) maka sang anak akan punya fondasi mental dan spiritual yang kuat dalam menghadapi hidup mereka di masa dewasa nantinya. Dengan doa ini seolah hendak dikatakan kepada para orang tua,:”Wahai para orang tua, sayangilah anak-anakmu sebaik-baiknya pada saat mereka masih kecil. Berikan semua yang terbaik darimu kepada anak-anakmu ketika mereka masih kecil. Janganlah sampai mereka mendapati hal yang buruk dan tidak baik darimu ketika mereka masih kecil. Janganlah sampai engkau menunjukkan sikap kasar, keras dan kejammu pada anakmu waktu masih kecil karena Tuhanmu akan mengganjarmu sesuai dengan perbuatanmu pada anakmu ketika masih kecil (dan bukan pada masa yang lain)”
Bunda yang abi sayangi,
Secara alami orang tua memang sangat menyayangi anak-anak mereka ketika masih kecil. Itu masa-masa ketika orang tua sangat menyayangi dan melindungi anak-anak mereka. Mereka melimpahinya dengan berbagai pujian dan hadiah. Pelukan dan ciuman datang tak henti-hentinya. Kata-kata lembut dan panggilan sayang berhamburan. Rasanya apa saja yang diminta oleh anak sewaktu ia masih kecil segera dituruti dan diusahakan dengan sungguh-sungguh. Para orang tua biasanya menolerir semua kesalahan anak-anak mereka dan tidak marah meskipun anak memecahkan barang orang tua yang paling disayangi.
Hal ini tentu berbeda dengan ketika anak sudah cukup besar. Pada saat itu orang tua sudah mulai kurang toleran. Pujian semakin berkurang dan hukuman semakin banyak. Raut muka dan tutur kata sudah mulai berubah. Pendek kata kasih sayang orang tua sudah berbeda dengan ketika anak masih kecil. Itulah sebabnya doa tersebut menyebutkan secara spesifik WAKTU TERINDAH dalam hubungan anak dan orang tua, yaitu ‘sewaktu masih kecil’. Orang tua akan dimintakan ganjaran kepada Tuhan pengampunan dosa dan balasan kasih sayang yang terbaik dari Allah sebagaimana mereka melakukan hal yang terbaik kepada anak mereka sewaktu mereka masih kecil.
Jadi dengan doa itu kita sebenarnya diminta untuk menyayangi anak-anak kita ‘habis-habisan’ ketika mereka masih kecil karena upaya kita pada saat itulah yang akan menjadi perhitungan untuk balasannya dari Allah kelak. Hal itu juga sesuai dengan kebutuhan anak yang memerlukan kasih sayang yang berlimpah ketika masih kecil karena mereka benar-benar masih sangat bergantung pada orang tua pada saat itu. Hal itu juga sesuai dengan fitrahnya orang tua yang masih benar-benar ‘all-out’ dalam menyayangi anaknya ketika masih kecil. Doa itu memang mengandung pesan pendidikan luar biasa!
Jadi jika Abi dan Bunda masih punya anak kecil yang akan kita ajari doa tersebut jangan lupa bahwa doa itu sebenarnya pesan dari Tuhan kepada Kita. Berikan yang terbaik dan terindah dari Kita kepada anak-anak kita yang masih kecil tersebut. Dengan demikian doa mereka akan sungguh-sungguh dan menghasilkan buah pahala yang tidak putus-putusnya
Semoga Alloh Mengabulkan setiap Do'a Kita dalam setiap Sholat dan nafas kita...amien
Terima Kasih yang tak terhingga untuk Mamah di Bandung (anakmu sungguh sayang padamu) semoga Alloh selalu melimpahkan Kasih SayangNYA padamu.
Untuk Kakak dan Adik-adiku yang saat ini memiliki anak-anak yang masih kecil, semoga Anak-anak kita jadi anak yang sholeh dan sholehah....
“ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO”
Jumat, 09 April 2010
Catatan kuliah
MANAJEMEN SYARIAH
MANAJEMEN INDIVIDUAL
AL QUR’AN DAN ASSUNNAH
ROSUL
BAHAGIA
1. APA TUJUAN HIDUP
2. APA YANG HARUS DILAKUKAN (PERAN HIDUP) ?
1. Tujuan hidup mencari bahagia di dunia dan akhirat
2. Harus patuh kepada Tuhan (ALLAH)
1. Manusia tidak hanya hidup di dunia tetapi juga di akhirat
Kehidupan didunia berfungsi ganda
- Untuk Dunia
- Untuk Akhirat
2. Untuk mencapainya manusia harus mentaati ketentuan Allah
BERIBADAH MAHDHAH
ISLAM KAFFAH - SHAUM
-SYAHADAT
-SHOLAT
-ZAKAT
-HAJI
GHOIRU MAHDAH
(MUA’AMALLAH)
-Pribadi
-Ekonomi
-Hukum
-Budaya
-Politik
OBJEK STUDI FILSAFAT ILMU
A. KENYATAAN ATAU FAKTA
APA ITU KENYATAAN ? (Sesuai yang riil factual / moral)
PANDANGAN / ALIRAN
I. POSITIVISME
Bila ada korespondensi antara yang sesual satu dengan yang sensual lain yang ada itu faktual ada.
II. FENOMOLOGI
1. Kenyataan itu terkonstruksi dalam moral
2. Menjurus ke teori korespondensi antara ide dan fenomena
3. Menjurus ke koherensi moralitas yaitu dicarai kesesuaian fenomena dengan system nilai
4. Fenomena it bukan sekedar data empiric sensual seperti fakta pada fositivisme tetapi data yang sudah diinterpretasikan.
III. RASIONALISME
Bila ada koherensi anatar empiri dengan skema rasional yang ada itu yang
faktual ada cocok dengan akal
IV. REALISME METAFISIK
1. Bila ada koherensi antara empiri dengan objektif yang riil secara substantive ada (bukan sekedar sensual yang mungkin palsu, mungkin memiliki makna lebih dalam ragam)
2. Skema rasional dan paradigma rasional penting
3. Empiri yang substantive riil baru dinyatakan ada bila ada kohenrensi yang objektif universal
4. Yag nyata itu yag riil exist dan terkonstruk dalam kebenaran objektif
V. PRAGMATISME
Yang ada itu yang berfungsi sesuatu sebagai benar bila didukung teori dan ada
faktanya.
VI. POST MODERNISME
1. Mulai mengangkat kembali makna rasionalitas yang lebih utuh dann menampilkan kembali cita ilu, mengejar rasionalitas dan kebebasan, keragaman dalam logikanya yakni timbulnya NONSTANDAR LOGIS, QUANTUM LOGIS dalam ilmu ilmu kealaman dan PARA CONSISTENT LOGIS dalam ilmu ilmu sosial
APAKAH KEBENARAN ITU ?? ( TRUTH)
B. KEBENARAN ( MICHAEL WILLIAM mengenalkan 5 teori kebenaran)
1. KEBENARAN PROPOSISI
Suatu kebenaran dapat diperoleh bila proposisi-proposisinya benar dalam logika aristoteles, proposisi benar bila sesuai dengan persyaratan formal suatu proposisi. Dalam logika proposisi yang lain, proposisi benar tidakdilihat pada benar formalnya melainkan benar materialnya.
2. KEBENARAN KORESPONDENSI
Berfikir benar korespondensial adalah berfikir tentang terbuktinya sesuatu relevan dengan sesuatu yang lain. Korespondensi relevan dibuktikan adanya kejadian sejalan atau berlawanan arah antara fakta dengan fakta yang diharapkan (positivisme) antara fakta dengan belief yang diyakini yang sifatnya spesifik phenumologi.
FEED BACK
IMAN --- KESALEHAN SOSIAL --- HIDUP EKONOMIS EFISIEN & EFEKTIF
LANGKAH LANGKAH MANAJEMEN
2.VISI 3.MISI 4.POLICY 5.PROGRAM / AKSI
1.PLANNING [--------------------------------------------------------------- OBJECTIVE
APA YANG AKAN DILAKUKAN
- KEGIATAN
- PENGELOLAAN SUMBER DAYA
Good Corporate Governance (GCG) tidak lain pengelolaan bisnis yang melibatkan kepentingan stakeholders serta penggunaan sumber daya berprinsip keadilan, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas.
1. Transparansi (Transparency)
Untuk menjaga obyektivitas dalam menjalankan bisnis, perusahaan harus menyediakan informasi
yang material dan relevan dengan cara yang mudah diakses dan dipahami oleh pemangku
kepentingan. Perusahaan harus mengambil inisiatif untuk mengungkapkan tidak hanya masalah
yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi juga hal yang penting untuk
pengambilan keputusan oleh pemegang saham, kreditur dan pemangku kepentingan lainnya
2. Akuntabilitas (Accountability)
Perusahaan harus dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan dan wajar.
Untuk itu perusahaan harus dikelola secara benar, terukur dan sesuai dengan kepentingan
perusahaan dengan tetap memperhitungkan kepentingan pemegang saham dan pemangku
kepentingan lain. Akuntabilitas merupakan prasyarat yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang
berkesinambungan.
3. Responsibilitas (Responsibility)
Perusahaan harus mematuhi peraturan perundang-undangan serta melaksanakan tanggung jawab
terhadap masyarakat dan lingkungan sehingga dapat terpelihara kesinambungan usaha dalam
jangka panjang dan mendapat pengakuan sebagai good corporate citizen.
4. Independensi (Independency)
Untuk melancarkan pelaksanaan asas GCG, perusahaan harus dikelola secara independen
sehingga masing-masing organ perusahaan tidak saling mendominasi dan tidak dapat diintervensi
oleh pihak lain.
5. Kesetaraan dan Kewajaran (Fairness)
Dalam melaksanakan kegiatannya, perusahaan harus senantiasa memperhatikan kepentingan
pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kesetaraan dan
kewajaran.
PENGANTAR MANAJEMEN
PLANNING & STRATEGIC MANAGEMENT
PLANNING ---------- IS GOALS
THE IMPORTANCE OF GOALS
1. GOAL PROVIDE A SENSE OD DIRECTION (MENENTUKAN ARAH)
2. GOAL FOCUS OUR EFFORT (FOKUS PADA USAHA 2 KITA)
3. GOAL GUIDE OUR PLANS AND DECISIONS (MEMBIMBING DALAM RENCANA DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
4. GOAL HELP US EVALUATE OUR PROGRESS ( MEMBANTU MENGEVALUASI SETIAP KEMAJUAN YANG KITA CAPAI)
THE IMPORTANCE OF PLANNING
TAF ROOT === PLANNING == INITIAL MANAGEMENT
PIJAKAN BAWAH DASAR MANAGEMEN
LANDASAN DASAR
CHANCE (PELUANG)
TYPE OF PLANS
OPERATIONAL
STRATEGIC IMPLEMENTED IN DAY TO
DAY ACTIVITIES
PLANS DESIGNED TO MEET
AN ORGANIZATIONS
BROADS GOALS
ORGANIZATIONS MISSION
STRATEGIE GOAL STRATEGIE PLANS PRES DIR / CEO / DIREKSI
TACTICAL GOAL TACTICAL PLANS VICE PRESIDENT
OPERATIONAL GOAL OPERATIONAL PLANS MANAGER
DEFINISI ---- PERNYATAAN YANG SANGAT MENDASAR DARI TUJUAN TUJUAN YANG INGIN DI CAPAI OLEH ORGANISASI / PERUSAHAAN
MISSIONS STATEMENT = BROAD ORGANIZATIONAL GOALS BASED ON PLANNING PREMISES WHICH JUSTIFIES AN ORGANIZATIONAL EXISTANCE
TIMES OF PLANS
1. LONG RAGE PLANNING == JANGKA PANJANG > 5 TAHUN
2. INTERMEDIATE PLANNING == JANGKA MENENGAH 1 --- 5 THN
3. SHORT RAGE PLANNING == JANGKA PENDEK < 1 TAHUN
STRATEGY
THE BROAD PROGRAM FOR DEFINING AND ACHIEVING AN ORGANIZATIONS OBJECTIVE THE ORGANIZATION RESPONSE TO ITS ENVIRONMENT OVER TIME
AS THE GRAND PLAN
LEVEL OF STRATEGY
THREE LEVEL OF STRATEGY
1. COORPORATE LEVE STRATEGY
2. BUSSINESS UNIT STRATEGY
3. FUNCTIONAL LEVEL STRATEGY
MULTI BUSSINES CORPORATIONS
STRATEGIC BUSSINESS UNIT STRATEGIC BUSSINESS UNIT STRATEGIC BUSSINESS UNIT
RESEARCH AND MANUFACTURING MARKETING SALES FINANCE
DEVELOPMENT
PROGRAM
PROJECT
POLICY
STANDARD OPERATING PROCEDURE
MBO == MANAGEMENT BY OBJECTIVE
EFEKTIF === MELAKUKAN SESUATU YANG BENAR
EFESIEN ==== MELAKUKAN SESUATU SECARA BENAR
ORGANIZATIONAL STRUCTURE AND COORDINATION
ORGANIZATION STRUCTURE == THE WAY IN WHICH AN ORGANIZATONS ARE DIVIDED ORGANIZED AND COORDINATED
- LIST THE WORK TO ACCOMPLISH ORGANIZATION GOALS
- DIVIDE THE TOTAL WORK (DIVISION OF WORK)
- COMBINE TASK A LOGICAL AND EFFICIENT (DEPARTEMENTALIZATIONS)
- SETUP COORDINATION
- MONITOR
DIVISION OF WORK (DESIGNING JOB)
THE BREAKDOWN OF COMPLEX TASK INTO COMPONENT SO THAT INDIVIDUAL ARE RESPONSIBLE FOR LIMITED SETS OF ACTIVITIES INSTEAD OF THE TASK AS A WHOLE
DESIGNING JOB JOB DESIGN
JOB SPECIALIZATIONS
SPESIALISASI PEKERJAAN YG DAPAT DIPERTANGGUNG JAWABKAN SECARA SPESIFIK.
JOB ROTATION JOB ENLARGEMENT JOB ENRICHMENT
TOUR OF DUTY
DEPARTEMENTALIZATION
THE GROUPING INTO DEPARTMENTS OF WORK ACTIVITIES THAT ARE SIMILAR AND LOGICALY CONNECTED
COORDINATIONS
THE INTEGRATION OF THE ACTIVITIES OF SEPARATE PART OF AN ORGANIZATION TO ACCOMPLISH ORGANIZATION GOALS
ELEMEN DASAR PENGORGANISASIAN
ORGANIZING
MEMUTUSKAN BAGAIMANA CARA TERBAIK MENGELOMPOKAN KEGIATAN SESUAI DENGAN SUMBER DAYA YANG DIMILIKI ORGANISASI
ORGANIZATION STRUCTURE
KUMPULAN ELEMEN YANG DAPAT MENGGAMBARKAN KEADAAN ORGANISASI
DEPARTEMENTALIZATION AND THE SPAN OF MANAGEMENT
SPAN OF MANAGEMENT OR SPAN OF CONTROL
THE NUMBERS OF SUBORDINATES REPORTING DIRECTLY TO A GIVEN MANAGER
ORGANIZATION CHART
A DIAGRAM OF AN ORGANIZATIONS STRUCTURE SHOWING THE FUNCTIONS DEPARTMENT OR POSITIONS OF THE ORGANIZATION AND HOW THEY ARE RELATED
CHAIN OF COMMAND
STRUKTUR ORGANISASI FUNGSIONAL
1. FUNGSIONAL PRODUK (BERDASARKAN PRODUK YANG DIHASILKAN)
DIREKTUR
WA DIR PROD I WA DIR PROD II
2. FUNGSIONAL MARKET / GEOGRAFI (BERDASARKAN PEMASARAN)
DIREKTUR
WADIR ASIA WADIR EROFA
3. FUNGSIONAL KONSUMEN (BERDASARKAN PELANGGAN BISNIS)
DIREKTUR
WADIR CONSUMER WADIR UKM WADIR COORPORATE
4. FUNGSIONAL BISNIS
DIREKTUR
WADIR FAM WADIR PRO WADIR SDM WADIR PEMASARAN
TERDAPATNYA SATU ORANG MANAGER YANG BERTANGGUNG JAWAB PADA 2 PIMPINAN ===ORGANISASI GARIS / LINI DAN ORGANISASI LINI DAN STAFF
STRUKTUR ORGANISASI MATRIX
STRUKTUR YANG MENGGAMBARKAN DUA FUNGSI HIERARKI ORGANISASI
MANAJEMEN PERUBAHAN DAN INOVASI ORGANISASI
ORGANIZATIONS CHANGE….WHY ?
ELEMEN ORGANISASI DIRUBAH TANPA MENGGANGGU STRUKTUR FUNDAMENTAL ORGANISASI
FORCES: KEKUATAN YANG MENDORONG MENGGANGGU DAN MENGUBAH ORGANISASI.
VALUTA / NILAI TUKAR STRATEGI
INTEREST RATE ECONOMI UPAH
CONSUMPTIONS DEMAND EXTERNAL FORCES INTERNAL JAMINAN
POLITIK SOSIAL
HUKUM PERILAKU PEKERJA
TEKNOLOGI
PLANNED CHANGE = PERUBAHAN YANG DIRENCANAKAN
REACTIVE CHANGE = PERUBAHAN YANG HARUS DIRESPON DENGAN CEPAT SESUAI KEADAAN DI LAPANGAN
MENGELOLA PERUBAHAN
MODEL KURT LEWIN
ARUS AIR YANG TENANG ARUS AIR JERAM
MODEL KOMPREHENSIF
KEBUTUHAN TERHADAP PERUBAHAN
MENENTUKAN TUJUAN PERUBAHAN
MEMERIKSA VARIABLE2 YANG RELEVAN
MEMILIH TEHNIK PERUBAHAN
MERENCANAKAN TINDAKAN PERUBAHAN
TINDAKAN NYATA
EVALUASI DAN LANJUTKAN
RESISTENSI TERHADAP PERUBAHAN
UNCERTAINTY
SELF INTEREST
DIFFERENCE OF PERSEPTION
SENSE OF LOSS
MENGELOLA RESISTANSI
MANAGING KOMUNIKASI (JGN PERNAH BERHENTI)
PENDIDIKAN ( SBGAI MEDIA PENGELOLAAN )
PARTISIPASI (IKUT BERPARTISIPASI DLM MENENTUKAN P. K )
NEGOSIASI ( BERUNDING-KOMPROMI – WIN-WIN SOLUTION)
MANIPULASI (MEMUTAR BALIKAN FAKTA)
PAKSAAN (MENERIMA DGN PROSES SELEKSI-KOPTASI )
FASILITASI
AREA PERUBAHAN ORGANISASI
PEOPLE KEMAMPUAN ABILITY & SKILL
KINERJA PERFORMANCE
PERSEPSI PERCEPTION
EXPECTATION
ATTITUDE
VALUE
CHANGE
STRUKTUR ORGANISASI
DAN DESAIN ORGANISASI
TEKNOLOGI CULTURE
DAN OPERASI JOB DESIGN
DEPARTEMENTALIZATION
CONTROL SYSTEM REPORTING RELATION
INFORMATION SYSTEM AUTHORITY & DISTRIBUTION
WORK SEQUENCER COORDINATION MECHANISM
WORK PROCESS LINE --- STAFF ---STRUCTURE
EQUIPMENT OVERALL DESIGN
HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
REKAYASA ORGANISASI
TARGET NEED
WAKTU STATUS QUO
COST KEMAMPUAN
SERVICE
REKAYASA ORGANISASI ATAU ORGANIZATION ENGINEERING ADALAH DESAIN ULANG ORGANISASI YANG DILAKUKAN SECARA CEPAT, PERUBAHAN DILAKUKAN TERHADAP ASPEK SEMUA BISNIS
1. YANG TUJUAN UTAMANYA ADALAH MENINGKATKAN PELAYANAN DAN MENGOPTIMALKAN BIAYA DAN MEMINIMUMKAN PENGGUNAAN WAKTU
2. AGAR ORGANISASI TIDAK TERJEBAK DALAM SITUASI KEMAPANAN
PROSES REKAYASA
MENGEMBANGKAN TUJUAN DAN STRATEGI
MENDORONG KOMITMEN MANAJEMEN PUNCAK U/ MELAKUKAN PERUBAHAN
MENCIPTAKAN RASA KEPENTINGAN SEMUA ANGGOTA ORGANISASI
MULAI DENGAN MENYUSUN ULANG ORGANISASI
MENGOPTIMALKAN PANDANGAN TOP DOWN – BOTTOM UP
LEADERSHIP
LEADERSHIP KEMAMPUAN MENGARAHKAN DAN MEMPENGARUHI BAWAHANNYA DALAM MELAKUKAN AKTIVITAS
POWER KEMAMPUAN UNTUK MEMPENGARUHI AGAR DAPAT MERUBAH SIKAP ATAU PERILAKU INDIVIDUAL ATAU KELOMPOK
INFLUENCE TINDAKAN ATAU CONTOH DARI PERILAKU YANG DAPAT MENYEBABKAN PERUBAHAN PAA SIKAP DAN PERILAKU ORANG ATAU KELOMPOK LAIN
POWER LEADERSHIP INFLUENCE
PROSES KOMUNIKASI ANTARA PEMIMPIN DAN YANG DIPIMPINNYA (FOLLOWER)
SITUATION (AKTIVITAS POWER, LEADERSHIP DAN INFLUENCE)
FOLLOWER LEADER
COMMUNICATION (HARUS SESUAI DENGAN SITUASI)
LEADERSHIP SYSTEM
LEADERSHIP STYLES (UNIVERSITAS OHIO)
HIGH
LOW STRUCTURE HIGH STRUCTURE
AND HIGH CON - AND HIHG CON –
SIDERATION SIDERATION
LOW STRUCTURE HIGH STRUCTURE
AND LOW CON - AND LOW CON –
SIDERATION SIDERATION
LOW
LOW HIGH
INITIATING STRUCTURE
PEOPLE ORGANIZATIONS
SOCIAL CONTRACT
PHSYCOLOGICAL CONTRACT
APA YANG DIINGINKAN OLEH PEOPLE HARUS DIBERIKAN OLEH PERUSAHAAN BEGITUPUN SEBALIKNYA
KONTRIBUSI IMBALAN
PEOPLE ORGANISASI/COMPANY
BENTUK KONTRIBUSI:
USAHA
KEMAMPUAN (PENGETAHUAN / KNOWLEDGE)
LOYALITAS
SKILL
WAKTU
KOMPETENSI
BENTUK IMBALAN
PAYMENT
LONG TERM FACILITIES (KEAMANAN BEKERJA) PROSES KERJA
BENEFIT (TUNJANGAN)
CARRIER OPPORTUNITIES (PELUANG KARIR)
STATUS
PROMOSI
LOCUS OF CONTROL APA, SIAPA, KEKUATAN APA YANG DAPAT MEMBUAT SESEORANG
MEMBERIKAN KONTRIBUSI / KEBERHASILAN. BAIK DARI INTERNAL – MAUPUN DARI EKSTERNAL
KONTRIBUSI TANPA IMBALAN ( INTERNAL LOCUS OF CONTROL)
KONTRIBUSI DENGAN IMBALAN ( EKSTERNAL LOCUS OF CONTROL)
STRESS -- RESPON TERHADAP LINGKUNGAN
STRESSOR -- (PEMICU) KELUAR DARI SYNDROM
STRESSOR --- ORGANIZATIONAL
ORGANIZATIONAL STRESSOR
A. TUGAS (BASIC DEMAND)
B. FISIK (PHYSICAL DEMAND)
C. PERAN ( ROLE DEMAND )
D. INTERPERSONAL ( (HUBUNGAN / KOMUNIKASI)
AKIBAT STRESS
A. BEHAVIOUR
B. PSIKOLOGI
C. MEDICAL
LEADERSHIP GRID
A. CONCERN FOR PEOPLE
B. CONCERN FOR PRODUCTION
IMPROVISED MANAGEMENT : PEMIMPIN YG MISKIN PERHATIAN (PEKERJA/PEKERJAAN)
COUNTRY CLUB MANAGEMENT : PEMIMPIN DGN PERHAIAN TINGGI KPD PEKERJA TETAPI PADA PRODUKTIVITAS SANGAT RENDAH
TEAM MANAGEMENT : PEMIMPIN YG MEMILIKI PRHATIAN TINGGI BAIK KEPADA PEKERJA MAUPUN PEKERJAAN
AUTHORITY COMPILIANCE : YG MEMPERHATIAN PRODUKTIVITAS TAPI RENDAH DALAM PERHATIAN KPD PEKERJA
MIDDLE OF THE ROAD MANAGEMENT : SEIMBANG DALAM TINGKAT PERHATIAN
PEMIMPIN YANG EFEKTIF
A. KEPRIBADIAN (EKSTROVER TERBUKA – INTROVER TERTUTUP), PENGALAMAN, HARAPAN (INTERNAL LOCUS OF CONTROL).
B. HARAPAN AN PERILAKU YANG LEBIH SUPERIOR DIATAS RATA2 (KNOWLEDGE DAN PERILAKU) INTERNAL LOCUS
C. MELIHAT BAHWA TUGAS ADALAH PROSES KEPEMIMPINAN ----INTERNAL LOCUS
D. KEBIJAKAN DAN KULTUR ORGANISASI (EKSTERNAL LOCUS) -- KONSTITUSIONAL FACTOR
E. KARAKTERISTIK BAWAHAN (EKSTERNAL LOCUS) - INSTITUSIONAL FACTOR
F. KEINGINAN DAN HARAPAN (SIKAP BAWAHAN) (EKSTERNAL LOCUS) – INSTITUSIONAL FACTOR.
EFEKTIF CONTROL
CONTROL ADALAH PENYESUAIAN ANTARA PERFORMA KERJA DENGAN PERENCANAAN YANG DITENTUKAN.
MANAJEMEN PENGENDALIAN ADALAH USAHA SISTEMATIS UNTUK MENATA STANDAR PERENCANAAN, MENDISAIN SYSTEM FEEDBACK INFRORMASI DAN MEMBANDINGKAN PERFORMA KERJA DENGAN STANDAR YANG DITETAPKAN SEBELUMNYA DAN MENGUKUR AGAR SEMUA SUMBER DAYA YANG DIGUNAKAN OPTIMAL DENGAN TUJUAN PERUSAHAAN.
CONTROL
1. METODE
A. PREACTION
B. STEERING
C. YES / NO
D. POST ACTION
E. INTERACTIVE
2. TYPE
A. FINANCIAL --RATIO DAN STATEMENT
B. BUDGETARY --- OPERATING DAN FIXED
C. AUDITING --- INTERNAL DAN EKSTERNAL
3. DESIGN
A. KEY
B. STRATEGIC
4. MEAN
A. STEP
B. NEED -- MONITOR ----PROGRESS
---- CORRECTIVE
LANGKAH DASAR PROSES PENGENDALIAN
MENURUT ROBERT J WOEKLER
ALIRAN INFORMASI DAN TINDAK PERBAIKAN U/ 4 BENTUK PENGENDALIAN
STEERING YES/ NO
CONTROL CONTROL
INPUT PROCCESSING OUTPUT
PREACTION POST ACTION
CONTROL CONTROL
CORRECTIVE ACTION
INFORMASI
SYSTEM
SUBSYSTEM
OPEN SYSTEM = INTERAKSI / KETERKAITAN ORGANISASI DENGAN LINGKUNGAN
CLOSED SYSTEM = TIDAK TERKAIT DENGAN LINGKUNGAN
DESIGNING CONTROLL SYSTEM
1. DEFINING
DESIRED RESULT
2. ESTABLISH PREDICTING OF RESULT
SYSTEM
3. ESTABLISH STANDARD FOR PREDICTOR & RESULT 4. ESTABLISH THE INFORMATION AND FEED BACK NETWORK 5. IMPLEMENTED THE SYSTEM AND TAKE CORRECTIVE ACTION IF NEEDED
SISTIM INFORMASI MANAJEMEN
DATA
DATA ADALAH SUATU ISTILAH MAJEMUK YANG BERARTI FAKTA ATAU BAGIAN DARI FAKTA YANG MENGANDUNG ARTI, YANG DIHUBUNGKAN DENGAN KENYATAAN, SIMBOL-SIMBOL, GAMBAR-GAMBAR, KATA-KATA, ANGKA-ANGKA, HURUF-HURUF ATAU SIMBOL-SIMBOL YANG MENYATAKAN SUATU IDE, OBJEK, KONDISI / SITUASI DLL. JELASNYA DATA ITU DAPAT BERUPA APASAJA DAN DAPAT DITEMUI DIMANA SAJA.
KEGUNAAN DATA: ADALAH SEBAGAI BAHAN DASAR YANG OBJEKTIF (RELATIF) DI DALAM PROSES PENYUSUNAN KEBIJAKAN DAN KEPUTUSAN OLEH PIMPINAN ORGANISASI ATAU SIAPAPUN
DATA MERUPAKAN HASIL – PENGAMATAN / OBSERVASI
_ RISET DLL
DATA 1. PRIMER – DIAMBIL SECARA LANGSUNG DARI SUMBERNYA
2.SEKUNDER – DATA YANG TELAH DIOLAH KEMBALI
MISALNYA : NERACA DAN LAPORAN LABA RUGI’
DATA KUALITATIF (ASUMSI) JUMLAH PENJUALAN
DATA KUANTITATIF (ANGKA/JUMLAH) JUMLAH KARYAWAN DI SUATU PSRHN
MONOGRAFI DESA
MAKA DATA KUALITATIF DAN KUANTITATIF HARUS SEIMBANG
METODE PENGUMPULAN DATA:
1. MELALUI PENGAMATAN SENDIRI SECARA LANGSUNG DENGAN MENCARI CATATAN YANG TELAH ADA DARI SIAPA, DIMANA DAN APA DATA YANG DIKUMPULKAN (MEMPELAJARI)
KEUNTUNGAN METODE INI: BAHWA DATA YANG DIKUMPULKAN AKAN LEBIH CERMAT KARENA PENGAMAT SENDIRI YANG MENGUMPULKAN.
KERUGIAN: 1. BIAYA MAHAL
2.DISELIDIKI APABILA BANYAK HAL
3.DAERAH PENGAMATAN TIDAK LUAS SDGKAN WAKTU TRBTS
2. MELALUI INTERVIEW / WAWANCARA
DILAKUKAN SECARA TIDAK LANGSUNG / PENGAMATAN PRIBADI DENGAN DAERAH YANG LUAS, KARENA ITU HARUS MEWAKILKAN PADA ORANG LAIN UNTUK MEWAWANCARA KEPADA ORANG YANG MEMPUNYAI INFORMASI.
KEUNTUNGAN: 1. DATA LEBIH TELITI, KRN DIKUMPULKAN SENDIRI
2.DIKUMPULKAN SENDIRI/MELALUI WAKIL2NYA
3.KARENA DAERAH LUAS, ANGKA JADI BANYAK MAKA HASIL AKAN LEBIH CERMAT.
KERUGIAN : 1. BIAYA MAHAL – UNTUK WAKIL2 KE PELBAGAI TEMPAT
2.BILA WAKIL2 MEMPUNYAI PENDAPAT YANG KABUR / TIDAK
JELAS, MAKA FAKTA2 TIDAK TELITI.
WAWANCARA ADALAH SUATU BENTUK KOMUNIKASI LANGSUNG DARI ORANG YANG DIANGGAP MAMPU.
3. MELALUI PERKIRAAN KORESPONDEN (PEMBAWA BERITA)
PENGAMAT MEMINTA INFORMASI DARI KORESPONDEN BAIK LANGSUNG / TIDAK MEMPUNYAI KEPENTINGAN DALAM PENYELIDIKAN MAKA ADA KEMUNGKINAN INFORMASI ATAU ANGKA2 YANG MEREKA BERIKAN HANYA BERDASARKAN PERKIRAAN2 ATAU UMUMNYA KURANG TELITI.
KEUNTUNGAN: 1. BIAYA SANGAT MURAH
2.MELIPUTI DAERAH YANG SANGAT LUAS
KERUGIANNYA SERING KURANG TELITI.
4. MELALUI DAFTAR PERTANYAAN (QUISIONER)
DIBERIKAN KEPADA YANG MUNGKIN MEMILIKI FAKTA2 ANGKA2 YANG DIJADIKAN SUMBER PENYELIDIKAN.
KEUNTUNGAN: 1. METODE INI MURAH DIBANDING WAWANCARA PRIBADI
2.DATA DAPAT DIKUMPULKAN SECARA CEPAT
KERUGIANNYA INFORMAN TIDAK MENGEMBALIKAN DAFTAR QUISIONER ATAU TIDAK MENJAWAB SEMUA PERTANYAAN.
BENTUK QUISIONER
1. PERTANYAAN (STUDI) APAKAH / BAGAIMANA
2. PERNYATAAN (AUDIT) PERTANYAAN BERBENTUK PENYATAAN (AGAK SULIT KARENA MENYANGKUT STATEMEN DARI PERUSAHAAN)
PENDEKATAN SYSTEM
ELEMEN2 PROSES PEMECAHAN MASALAH
DALAM AKTIFITAS PERUSAHAAN DIHADAPKAN PADA BERBAGAI MASALAH
MANAJER HARUS MENGATASI MASALAH
DALAM MENCAPAI TUJUAN PERUSAHAANNYA
MAKA DIPERLUKAN “PENDEKATAN SISTEM”
ESENSINYA: SUPAYA PERUSAHAAN ITU EKONOMIS
(EFEKTIF & EFISIEN) SERTA MENGUNTUNGKAN
MASALAH SUATU KONDISI YANG MEMILIKI POTENSI TIMBULNYA KERUGIAN YANG LUAR BIASA ADAN BISA PULA MEMBERI KEUNTUNGAN YANG LUAR BIASA PULA
PEMECAHAN MASALAH MERUPAKAN TINDAKAN MEMBERI RESPON TERHADAP MASALAH UNTUK MENEKAN AKIBAT BURUK YANG DITIMBULKANNYA ATAU MENCIPTAKAN KEUNTUNGAN
DEFINISI PENDEKATAN SISTEM CARA PANDANG / PERSEPSI SECARA TERSTRUKTUR UNTUK MELAKUKAN KEGIATAN ATAU OPERATIONAL ORGANISASI ATAU PERUSAHAAN DALAM MENCAPAI TUJUAN PERUSAHAAN SECARA EKONOMIS DAN BERDAYA SAING TINGGI
KONSEPSI PENDEKATAN SISTEM
1. LOGIKA FENOMINA TOTALITAS
MERUPAKAN CARA BERFIKIR MENGENAI FENOMENA SUB SISTEM (BAGIAN2)YANG SALING BERGANTUNG SECARA MENYELURUH / TOTAL.
2. PEMBINAAN KESISTEMAN
MERUPAKAN PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI DARI SUB SISTEM (BAGIAN2) YANG DAPAT DIGAMBARKAN MELALUI INPUT ->PROSES-OUTPUT
3. ANALISIS KESISTEMAN (TEKNIK SOLUSI)
MERUPAKAN SUATU METODE UNTUK MEMECAHKAN MASLAH SECARA ILMIAH.
PETUNJUK PENGGUNAAN PENDEKATAN SISTEM
1. INTEGRASI : SUATU KONDISI / REALITA DARI SUB SISTEM YANG HARUS DISATUKAN (TERINTEGRASI)
2. KOMUNIKASI : DIMANA SALURAN KOMUNIKASI TERSEBUT HARUS SECARA TERBUKA DAN DUA ARAH
3. MENGGUNAKAN METODE ILMIAH ANTARA LAIN DENGAN MJ. STRATEGIK
STABILITAS EKSPANSIPENCIUTANCAMPURAN, MJ RESIKO, MANAJERIAL EKONOMIC, STATISTIK DLL.
4. ORIENTASI KEPUTUSAN UNTUK MENGEJAR TARGET
5. TEKNOLOGI MODERN DIIMBANGI DENGAN PENGGUNAAN TEKHNOLOGI TERKINI.
PERSONNEL SUB SYSTEM
AKTIVITAS : PENERIMAAN PEGAWAI, PELATIHAN, PENGARSIPAN, PENGGAJIAN, MUTASI PEGAWAI (TERMASUK PEMBERHENTIAN)
TRANSAKSI : PENGOLAHAN LAMARAN PEGAWAI, SPESIFIKASI TRAINING, DATA PERSONEL, JAM KERJA DAN PRESENTASI PEMBAYARAN GAJI DSB
OPERATIONAL CONTROL MEMERLUKAN PROSEDUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERIMAAN PEGAWAI, PELATIHAN, KENAIKAN GAJI, PHK DSB
MANAGEMENT CONTROL LAPORAN DAN ANALYSIS YANG MENUNJUKAN PENYIMPANGAN ANTARA PERFORMANCE YANG DIRENCANAKAN DENGAN ACTUAL YG BERKENAAN DENGAN JUMLAH PEGAWAI YANG DITERIMA, BIAYA PENERIMAAN PEGAWAI, BIAYA PELATIHAN, TARIF GAJI DSB
STRATEGIC PLANNING EVALUASI STRATEGI ALTERNATIVE UNTUK PENERIMAAN PEGAWAI, PELATIHAN, PENGGAJIAN DSB.
FINANCE & ACCOUNTING SUB SYSTEM
AKTIVITAS : BERTANGGUNG JAWAB AGAR SELURUH PEMBIAYAAN AKTIVITAS PERUSAHAAN BERADA DALAM KEADAAN EFISIEN. MELIPUTI KEPUTUSAN YG BERHUBUNGAN DGN PEMBERIAN CREDIT PADA KONSUMEN, MANAJEMEN KAS, PENGATURAN TRANSAKSI KEUANGAN (PINJAMAN, PENJUALAN SAHAM DSB)
TRANSAKSI : PERMINTAAN CREDIT, PENJUALAN, TAGIHAN, PENGUMPULAN DOKUMEN KEUANGAN, CHECK, BUKU HARIAN, PEMINDAHAN SAHAM DSB
OPERATIONAL CONTROL LAPORAN KESALAHAN SERTA PERBAIKAN TRANSAKSI , LAPORAN SEMENTARA, LAPORAN KETERLAMBATAN PROSES DSB.
MANAGEMENT CONTROL MEMBANDINGKAN BUDGET DENGAN REALISASI, ANALISIS VARIANSI DSB
STRATEGIC PLANNING STRATEGI FINANCING AGAR MEMINIMUMKAN PAJAK, MERENCANAKAN / MERANCANG SYSTEM AKUNTANSI BIAYA DAN SYSTEM PENGANGGARAN.
INFORMATION PROCESSING SUB SYSTEM
AKTIVITAS : BERTANGGUNG JAWAB ATAS TERSEDIANYA INFORMASI YANG TEPAT DAN BENAR PADA FUNGSI MANAGEMENT YG LAIN
TRANSAKSI : PERMINTAAN UNTUK PROSES, PERMINTAAN KOREKSI ATAU PERUBAHAN DATA DAN PROGRAM, LAPORAN PERFORMANCE HARDWARE DAN PROGRAM,PROPOSAL PROJECT.
OPERATIONAL CONTROL INFORMASI MENGENAI JADWAL HARIAN PEKERJAAN, TINGKAT KESALAHAN. KEGAGALAN HARDWARE,
UNTUK PROJECT BARU MISALNYA JADWAL KEMAJUAN PENYELESAIAN SOFTWARE
MANAGEMENT CONTROL ANALISIS DATA YANG TERSEDIA VS DATA YANG TERPAKAI, ONGKOS PERALATAN, PERFORMANCE PROGRAMMER PERBANDINGAN JADWAL PENYELESAIAN PROYEK DENGAN JADWAL ACTUAL DSB.
STRATEGIC PLANNING RENCANA UMUM SIM. STRUKTUR HARDWARE DAN SOFTWARE MENYELURUH, PENDEKATAN ORGANISASI SIM (DESENTRALISASI / SENTRALISASI)
ANALISIS SISTEM
PENGERTIAN A S ADALAH SUATU PENDEKATAN / APPROACH ATAU CARA PANDANG MELIHAT MASALAH DENGAN MNGGUNAKAN TEKNIK2, CARA2 DAN METODE2 TERTENTU.
HASIL DARI SEBUAH ANALISIS SYSTEM BERUPA URAIAN / SUATU PENILAIAN MENGENAI SUATU MASALAH BAIK SECARA KESELURUHAN (SIMULTAN) MAUPUN PARSIAL (INDIVIDU) YANG MERUPAKAN ALTERNATIVE-ALATERNATIVE PEMECAHAN BESERTA KONSEKWENSI YANG AKAN TIMBUL DARI MASING2 ALTERNATIVE DISERTAI SARAN DAN PERTIMBANGAN GUNA PEMILIHAN ALTERNATIVE YANG DIAJUKAN DILENGKAPI DENGAN KRITERIA-KRITERIA YANG DIPAKAI UNTUK PEMILIHAN TERSEBUT.
UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN --
1. PERLU PENGUMPULAN DATA -- DATA PRIMER DAN DATA SEKUNDER.
OBSERVASI KUISIONER LITERATUR INTERVIEW INTERNET
2. PENDEKATAN SISTEM (BERFIKIR SISTEMIK)
3. ANALISIS SISTEM
A. ADA SISEM YANG BERJALAN (ERROR/TERGANGGU)
B. MENCOBA MENGETAHUI -SISTEM TERDR DRI SUB SYSTEM APA SJ
- SUB SYSTEM YANG TERGANGGU
C. MENDAPATKAN DATA ATAU INFORMASI U/ DIANALISIS
D. ALTERNATIF
E. PENANGANAN PRIORITAS
HAL HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM ANALISIS SISTEM
UNSUR-UNSUR ANALISIS SYSTEM
A. TUJUAN
1. REALISTIK : ACTUAL (SESUAI KONDISI SEKARANG) RASIONAL (BS DIRUBAH/REVISI) DAN TIDAK TERLALU MULUK
2. MENANTANG (CHALLENGING) TIDAK TERLALU MUDAH JUGA TIDAK TERLALU SULIT
3. TERUKUR (MEASURABLE)
4. TARGET (TIME CONCERNING)
B. ALTERNATIF
C. BIAYA DAN LABA
D. MODEL
E. CRITERIA
LANGKAH-LANGKAH ANALISIS SYSTEM
1. MENGENALI / IDENTIFIKASI
2. TUJUAN (JELAS PRIORITAS INTERAKSI)
3. PENGUMPULAN DATA
4. PEMBUATAN MODEL
5. VALIDITAS MODEL
6. PENENTUAN BIAYA
7. TESTING / FORECASTING
VALIDITAS MODEL
A. GENERAL - SENJATA
B. GLOBAL - PERUSAHAAN LINEAR
C. PERMANEN - PERIODIK (STORE)
D. OBJEKTIF - BERLAKU SETIAP ORANG
JENIS ANALISIS DATA
1. ANALISIS SEBAB AKIBAT ( CAUSE EFFECT )
INPUT PROSES OUTPUT
MIS. PERTANIAN (PUPUK)
2. ANALISIS AKIBAT TERLAMBAT (EFFECT DELAY ) = MENUNGGU
INPUT PROSES OUTPUT
REAKSI APA ?
UNTUK SYSTEM KOMPLEK
3. ANALISIS DETERMINISTIK & PROBABILISTIK (DAPAT DIRAMALKAN DAN TDK DAPAT DIRAMALKAN)
UNTUK PROBABILITAS TERDAPAT 3 KATAGORI
SITUASI INPUT ---- OUTPUT (CAUSE EFFECT RELATIONSHIP)
A. HUBUNGAN INPUT --OUTPUT YANG PASTI
B. HUBUNGAN YNG KURANG PASTI DARI INPUT DENGAN OUTPUT (HASIL)
C. TERDAPATNYA INPUT -- OUTPUT YANG SAMA SEKALI TIDAK DIKETAHUI / TIDAK TERKONTROL
DALAM HAL INI INFORMASI DIPERLUKAN UNTUK MENGURANGI KETIDAK PASTIAN
4. ANALISIS OPTIMALISASI
JIKA FAKTOR2 TELAH DIKETAHUI MAKA TUJUAN / SASARAN DAPAT DIKETAHUI /DICAPAI DENGAN MEMANFAATKAN / MENSINERGIKAN FAKTOR KENDALA (INPUT) TERSEBUT.
MEMBANGUN SYSTEM SISTEM INFORMASI (PERANCANGAN SISTEM)
TAHAP PERANCANGAN
TUJUANNYA:
1. MENCIPTAKAN KONFIGURASI TEKNOLOGI PADA ANALISIS SYSTEM (PERANGKAT KERAS/LUNAK, JARINGAN, FLEKSIBILITAS, SECURITY)
2. PELAKSANAAN / PENGONTROLAN
SPESIFIKASI PEMOGRAMAN, PENGKODEAN DATA, DOKUMENTASI PELATIHAN.
3. MEMBUAT SPESIFIKASI SYSTEM PADA TAHAP STUDI SYSTEM (ORGANISASIONAL, MANAGERIAL DAN TEKHNOLOGIKAL)
4. TAHAP IMPLEMENTASI
INSTALASI (TAHAP TRANSISI PENGGANTI SYSTEM LAMA ATAU KONVERSI)
SISTEM LAMA
SISTEM BARU
1. STRATEGI PARALEL
SISTEM LAMA SISTEM BARU
2. STRATEGI LANGSUNG (DIRECT CUTOVER)
SISTEM LAMA SISTEM BARU
3. STRATEGI STUDI PERCONTOHAN (PILOT STUDY)
SISTEM LAMA SISTEM BARU
4. STRATEGI PENDEKATAN BERTAHAP (PHASED APPROACH)
5. TAHAP PEMAKAIAN
1. OPERASI
2. PEMELIHARAAN
MEMBANGUN SYSTEM SISTEM INFORMASI (PERANCANGAN SISTEM)
1. TAHAP PERENCANAAN
A. PEMBENTUKAN ORGANISASI SISTEM
---- KOMITE EXECUTIVE TUJUAN
--- KOMITE PENGARAH FUNGSI
KEBIJAKAN
MELIHAT KONFLIK
SOLUSI
TEKNOLOGI INFO.
--- TIM PROYEK
SECARA INTERNAL DIMANA SIFAT PENILAIAN SUBJEKTIF DAN EKSTERNAL (KONSULTAN) BERSIFAT APA ADANYA OBJECTIVE SESUAI YANG ADA DI LAPANGAN.
B. PENDEFINISIAN PROYEK ---- ADA MASALAH
---- SEBERAPA PARAH
--- APA BISA DIATASI OLEH SYSTEM BARU
C. MEMBUAT STUDY KELAYAKAN PROYEK (MENCARI TAHU KEADAAN, STRATEGISKAH ?)
--- ADA PEMBATAS YANG DIKETAHUI
--- DILIHAT DARI ASPEK PEMASARAN, KEU, SDM, PRODUKSI
D. MEMBUAT PROPOSAL PROYEK --- HARUS TERINCI
--- LEBIH INFORMATIF
--- KRITERIA YG DIHARAPKAN
--- TUGAS 2
--- DAMPAK DGN PERANCANGAN SYSTEM TRBARU TSB.
2. TAHAP ANALISIS
A. KEKUATAN DAN KELEMAHAN
B. PELUANG DAN ANCAMAN
C. METODE YANG DIGUNAKAN
D. TEKNOLOGI
E. DAMPAK TERHADAP OPERASI / ORGANISASI PERUSAHAAN.
CARA MENENTUKAN KEBUTUHAN INFORMASI
A. B S P ( BUSSINESS SYSTEM PLANNING)
- BIASANYA UNTUK PERUSAHAAN BARU
- ENTITY (ORANG – ALAT – TUGAS DLL)
- ATRIBUT DARI KEBUTUHAN PEKERJAAN
- CENDERUNG KEPADA ALAT (KOMPUTERISASI) UNTUK PENYAJIAN INFORMASI
B. CRITICAL SUCCESS FACTOR
- BIASANYA U/ PERUSAHAAN YANG BERPENGALAMAN
- MENYANGKUT MASALAH STRATEGIS
- S P K ( SYSTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN)
- S E ( SYSTEM EXECUTIVE)
- S I P ( SYSTEM INFORMASI PERUSAHAAN )
TREND MANAGEMENT PERUSAHAAN YNG MEMBUTUHKAN SYSTEM INFORMASI ADALAH APAKAH HARUS DISEWAKAN / DIBELI SISSTEM INFORMASI TERSEBUT.
TELKOM --- PESAWAT TELPON (PT. INTI)
-- TELP (TELKOM SENDIRI)
-- TELP. LUAR (INDOSAT)
The stages of Economic Growth
Model Pertumbuhan Ekonomi Rostow (W.W Rostow)
Model ini menekankan tinjauannya pada sejarah tahp-tahap pertumbuhan ekonomi serta ciri dan syarat masing-masing. Tahap-tahap tersebut adalah tahap masyarakat tradisional, tahap prasyarat lepas landas, tahap lepas landas, ahap gerakan ke arah kedewasaan, dan akhirnya tahap konsimsi tinggi.
• Masyarakat Tradisional
Tahapan masyarakat tradisional merupakan tahapan dimana tingkat perekonomian berada pada titik rendah. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya output per cápita dan berada dalam kondisi stagnan (tidak mengalami peningkatan yang mencolok) untuk jangka waktu yang panjang. Lambatnya perkembangan ekonomi pada tahap ini dikarenakan tidak adanya budaza productivitas atau secara nyata belum ada tradisi untuk melakukan aktivitas ekonomi. Keadaan ini terjadi pada setiap masyrakat manapun sebagai statu awal dari sejarah manusia.
• Prasyarat Tinggal Landas
Prasyarat untuk tinggal landas (precondition for take-off) dimulai ketika era masyarakat tradisional telah berakhir. Di Eropa masa ini ditandai dengan berakhirnya feodalisme, tumbuhnya kelompok borjuis di kota-kota perdagangan, kebebasan beragama yang ditunjukkan dalam berbagai agama protestan, serta kemajuan ilmu pengetahuan. Menurut Rostow, persiapan untuk industrialisasi yang berkelanjutan antara lain membutuhkan perubahan radikal pada tiga sector non industri.
• Tinggal Landas
Tahap Tinggal landas (take-off) merupakan era di mana resistensi ekonomi dan kemantapan telah tumbuh secara normal. Struktur ekonomi menguat bersamaan dengan investasi yang gencar oleh pemerintah maupun masyarakat secara mandiri. Pada tapan inilah muncul kelas baru dari kelas menengah yang disebut entrepreneur yang mandiri. Ada tiga syarat yang harus dipenuhi dalam tapan lepas landas :
1. Harus ada kenaikan tingkat investasi yang produktif dari 5 persen atau kurang menjadi 10 persen atau lebih dari pendapatan nasional (net national product).
2. Munculnya satu atau lebih cabang industri yang kyat dengan tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi.
3. Tatanan politik, social dan kelembagaan telah berkembang dengan baik sehingga mampu mendorong perluasan ekonomi modern dan efek-efek ekonomi eksternal yang berpotensial dari kegiatan lepas landas menuju pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.
• Tahap ke Arah Kedewasaan
Tahapan selanjutnya setelah lepas landas adalah tahap kematangan (the drive to maturity) atau tahap ke arah kedewasaan. Pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per cápita sudah teratur. Teknologi modern sudah teraplikasi pada hampir seluruh sumber daya wilayah. Investasi berlanjut dengan baik di atas 10 persen dari pendapatan nasional. Cara hidup berubah pada sebagian besar orang selama era kematangan. Populasi lebih cenderung kepada perkotaan daripada pedesaan. Proporsi pekerja semi-skilled dan white collar meningkat. Kekuatan proletariat baru kota bertangan lembut muncul sehingga negara menyediakan jaminan social dan ekonomi.
• Tahap Konsumsi tingkat tinggi
Dalam skema Rostow tingkatan tertinggi adalah era konsumsi massa yang tinggi ( the age of high mass consumption). Yang pertama sekali mencapai tingkat ini adalah Amerika Serikat pada tahun 1920-an. Di Inggris tahap ini dimulai pada 1930-an, tetapi disela oleh Perang Dunia II. Pada Negara-negara Eropa Barat continental baru dimulai pada 1950-an. Pada setiap kasus tahap ini ditandai oleh pergerakan ke daerah pinggiran kota, munculnya mobil, dan penggunaan barang-barang dan peralatan konsumsi yang tahan lama dalam jumlah tak terhitung.
Theory Pertumbuhan Ekonomi
Model Pertumbuhan Lewis
Model ini merupakan model yang khusus menerangkan kasus negar sedang berkembang banyak(padat)penduduknya.Tekanannya adalah pada perpindahan kelebihan penduduk disektor pertanian ke sektor modern kapitalis industri yang dibiayai dari surplus keuntungan.
Arthur Lewis (1954) dengan model surplus of labornya memberikan tekanan kepada peranan jumlah penduduk. Dalam model ini diasumsikan terdapat penawaran tenaga kerja yang sangat elastis.
Ini berarti para pengusaha dapat meningkatkan produksinya dengan mempekerjakan tenaga kerja yang lebih banyak tanpa harus menaikkan tingkat upahnya (kaum kapitalis orientasinya upah dibawah produksi). Meningkatnya pendapatan yang dapat diperoleh oleh kaum pemilik modal akan mendorong investasi-investasi baru karena kelompok ini mempunyai hasrat menabung dan menanam modal (marginal propensity to save and invest) yang lebih tinggi dibandingkan dengan kaum pekerja. Tingkat investasi yang tinggi pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Orientasi kaum kapitalis adalah:
1. Mencari keuntungan dengan upah minimal sama dengan batas produksi
2. Apabila tingkat upah di desa (sector pertanian) lebih rendah daripada di kota (sector industry)
3. Penurunan sector pertanian terlalu berlebihan.
Teori Pertumbuhan Ekonomi Robert Malthus
Menurut teori ini garis besar proses pertumbuhan dimana asumsi yang melandasi model ini yaitu:
1. Tenaga kerja (atau penduduk) tumbuh dengan laju tertentu, misalnya P per tahun.
2. Adanya fungsi produksi Q = f (K, L) yang berlaku bagi setiap periode.
3. Adanya kecenderungan menabung (prospensity to save) oleh masyarakat yang dinyatakan sebagai proporsi (s) tertentu dari output (Q). Tabungan masyarakat S = sQ; bila Q naik S juga naik, dan sebaliknya.
4. Semua tabungan masyarakat di investasikan S = I = ΔK.
Sesuai dengan anggapan mengenai kecenderungan menabung, maka dari output disisakan sejumlah proporsi untuk ditabung dan kemudian di investasikan.
Robert malthus dengan teorinya: karena eksplorasi tanah secara besar-besaran maka tenaga kerja berkurang karena kualitas tanah semakin menurun.
Pangan tumbuh menurut deret ukur sedangkan penduduk tumbuh menurut deret tambah.
Di negara maju yang ditakutkan adalah penduduk aslinya berkurang, karena di negara maju penduduk akan menjadi masalah kemudian pendorong, dikatakan pendorong karena penduduk akan menjadi potensi yang akan mengurangi permasalahan di suatu negara.
Di Indonesia Desa merupakan sumber pertumbuhan (SDA)
Kota sebagai tempat migrasi atau urbanisasi
Yang menyebabkan urbanisasi adalah (1) Daya Dorong (keluar dari kondisi masyarakat yang sulit dicegah karena perubahan pola hidup yg keluar dari pelaku/ hati nurani), (2) Daya Tarik (kondisi perkotaan/suasana budaya yang berbeda dari sisi sarana maupun prasarana yang lebih lengkap tersedia)
Hal tersebut akan terlihat dari Social Overhead Capital (SOC) penyediaan fasilitas atau prasarana untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan Direct Product Activities (DPA) aktivitas produksi secara langsung harus seimbang.
Untuk mencegah daya Tarik adalah tergantung dari kebutuhan penduduknya sendiri mana yang akan didahulukan apakah SOC atau DPA karena masih dalam satu kesatuan yang sama.
Tugas pemerintah adalah menjaga laju urbanisasi dan mencari investor
Menurut Adam Smith (1776) proses pertumbuhan dimulai apabila perekonomian mampu melakukan pembagian kerja (division of labor). Pembagian kerja akan meningkatkan produktivitas yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan (produktivitas adalah saat terjadi perdagangan antara dua negara apabila satu negara memproduksi lebih tinggi dibanding dengan negara lain meskipun dengan mengunakan teknologi biasa karena luas lahan produksi). Adam Smith juga menggarisbawahi pentingnya skala ekonomi. Dengan meluasnya pasar, akan terbuka inovasi-inovasi baru yang pada gilirannya akan mendorong perluasan pembagian kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Setelah Adam Smith muncul pemikiran-pemikiran yang berusaha mengkaji batas-batas pertumbuhan (limits to growth) antara lain Malthus (1798) dan Ricardo (1917). Setelah Adam Smith ( Absolut atau Rent for surplus), Jhon Stuart Mill ( Cooperative / Produktivitas), dan Ricardo ( Comparative dan competitive (untuk meningkatkan konsumsi, produksi masih bisa ditingkatkan meskipun dalam keadaan kapasitas penuh ) yang disebut sebagai aliran klasik, berkembang teori pertumbuhan ekonomi modern dengan berbagai variasinya yang pada intinya dapat dibagi menjadi dua, yaitu yang menekankan pentingnya akumulasi modal (physical capital formation) dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (human capital). Salah satu pandangan yang dampaknya besar dan berlanjut hingga sekarang adalah model pertumbuhan yang dikembangkan oleh Harrod (1948) dan Domar (1946). Pada intinya model ini
berpijak pada pemikiran Keynes (1936) yang menekankan pentingnya aspek permintaan dalam mendorong pertumbuhan jangka panjang.
Dalam model Harrod-Domar, pertumbuhan ekonomi akan ditentukan oleh dua unsur pokok, yaitu tingkat tabungan (investasi) dan produktivitas modal (capital output ratio). Agar dapat tumbuh secara berkelanjutan, masyarakat dalam suatu perekonomian harus mempunyai tabungan yang merupakan sumber investasi. Makin besar tabungan, yang berarti makin besar investasi, maka akan semakin tinggi pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, makin rendah produktivitas kapital atau semakin
tinggi capital output ratio, makin rendah pertumbuhan ekonomi.
Teori Pertumbuhan ekonomi Harrod-Domar
Teori pertumbuhan Harrod-Domar ini dikembangkan oleh dua ekonom sesudah Keynes yaitu Evsey Domar dan Sir Roy F. Harrod. Teori Harrod-Domar ini mempunyai asumsi yaitu:
1. Perekonomian dalam keadaan pengerjaan penuh (full employment) dan barang-barang modal yang terdiri dalam masyarakat digunakan secara penuh.
2. Perekonomian terdiri dari dua sektor yaitu sektor rumah tangga dan sektor perusahaan.
3. Besarnya tabungan masyarakat adalah proporsional dengan besarnya pendapatan nasional, berarti fungsi tabungan dimulai dari titik nol.
4. Kecenderungan untuk menabung (marginal propensity to save = MPS) besarnya tetap, demikian juga ratio antara modal-output (capital-output ratio = COR) dan rasio pertambahan modal-output (incremental capital-output ratio = ICOR).
Menurut Harrod-Domar, setiap perekonomian dapat menyisihkan suatu proporsi tertentu dari pendapatan nasionalnya jika hanya untuk mengganti barang-barang modal yang rusak. Namun demikian untuk menumbuhkan perekonomian tersebut, diperlukan investasi-investasi baru sebagai tambahan stok modal. Hubungan tersebut telah kita kenal dengan istilah rasio modal-output (COR).
Dalam teori ini disebutkan bahwa, jika ingin tumbuh, perekonomian harus menabung dan menginvestasikan suatu proporsi tertentu dari output totalnya. Semakin banyak tabungan dan kemudian di investasikan, maka semakin cepat perekonomian itu akan tumbuh (Lincolyn, 2004:64-67).
Di negara berkembang saat ini sedang menghadapi kenyataan rendahnya daya saing investasi. Ini tercermin dari rendahnya Incremental Capital Output Ratio negara berkembang dari negara maju. Incremental Capital Output Ratio negara berkembang masih berkisar 4 -5 persen, sementara Incremental Capital Output Ratio negara-negara maju hanya 2 – 3 persen. Incremental Capital Output Ratio menunjukkan besarnya investasi yang diperlukan untuk memperoleh satu persen per-tumbuhan Pendapatan Domestik Bruto.
Alasannya Kecenderungan untuk menabung masyarkatnya masih rendah dan kurangnya / rendahnya negara berkembang untuk menarik investor disebabkan ekonomi biaya tinggi (pajak, sistem legalitas), disamping itu stabilitas hukum dan politik di negara berkembang sangat berpengaruh pada masuknya investasi.
Investasi adalah penambahan barang modal secara netto yang positif. Investasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu investasi riil dan investasi finansial. Yang dimaksud dengan investasi riil adalah investasi terhadap barang-barang tahan lama (barang-barang modal) yang akan digunakan dalam proses produksi. Sedangkan investasi finansial adalah investasi terhadap surat-surat berharga, misalnya pembelian saham, obligasi, dan surat bukti hutang lainnya.
Teori ini menekankan konsep tingkat pertumbuhan natural. Selain kuantitas faktor produksi tenaga kerja diperhitungkan juga kenaikan efisiensi karena pendidikan dan latihan.Model ini dapat menentukan berapa besarnya tabungan atau investasi yang diperlukan untuk memelihara tingkat laju pertumbuhan ekonomi natural yaitu angka laju pertumbuhan ekonomi natural dikalikan dengan nisbah kapital-output.
MANAJEMEN INDIVIDUAL
AL QUR’AN DAN ASSUNNAH
ROSUL
BAHAGIA
1. APA TUJUAN HIDUP
2. APA YANG HARUS DILAKUKAN (PERAN HIDUP) ?
1. Tujuan hidup mencari bahagia di dunia dan akhirat
2. Harus patuh kepada Tuhan (ALLAH)
1. Manusia tidak hanya hidup di dunia tetapi juga di akhirat
Kehidupan didunia berfungsi ganda
- Untuk Dunia
- Untuk Akhirat
2. Untuk mencapainya manusia harus mentaati ketentuan Allah
BERIBADAH MAHDHAH
ISLAM KAFFAH - SHAUM
-SYAHADAT
-SHOLAT
-ZAKAT
-HAJI
GHOIRU MAHDAH
(MUA’AMALLAH)
-Pribadi
-Ekonomi
-Hukum
-Budaya
-Politik
OBJEK STUDI FILSAFAT ILMU
A. KENYATAAN ATAU FAKTA
APA ITU KENYATAAN ? (Sesuai yang riil factual / moral)
PANDANGAN / ALIRAN
I. POSITIVISME
Bila ada korespondensi antara yang sesual satu dengan yang sensual lain yang ada itu faktual ada.
II. FENOMOLOGI
1. Kenyataan itu terkonstruksi dalam moral
2. Menjurus ke teori korespondensi antara ide dan fenomena
3. Menjurus ke koherensi moralitas yaitu dicarai kesesuaian fenomena dengan system nilai
4. Fenomena it bukan sekedar data empiric sensual seperti fakta pada fositivisme tetapi data yang sudah diinterpretasikan.
III. RASIONALISME
Bila ada koherensi anatar empiri dengan skema rasional yang ada itu yang
faktual ada cocok dengan akal
IV. REALISME METAFISIK
1. Bila ada koherensi antara empiri dengan objektif yang riil secara substantive ada (bukan sekedar sensual yang mungkin palsu, mungkin memiliki makna lebih dalam ragam)
2. Skema rasional dan paradigma rasional penting
3. Empiri yang substantive riil baru dinyatakan ada bila ada kohenrensi yang objektif universal
4. Yag nyata itu yag riil exist dan terkonstruk dalam kebenaran objektif
V. PRAGMATISME
Yang ada itu yang berfungsi sesuatu sebagai benar bila didukung teori dan ada
faktanya.
VI. POST MODERNISME
1. Mulai mengangkat kembali makna rasionalitas yang lebih utuh dann menampilkan kembali cita ilu, mengejar rasionalitas dan kebebasan, keragaman dalam logikanya yakni timbulnya NONSTANDAR LOGIS, QUANTUM LOGIS dalam ilmu ilmu kealaman dan PARA CONSISTENT LOGIS dalam ilmu ilmu sosial
APAKAH KEBENARAN ITU ?? ( TRUTH)
B. KEBENARAN ( MICHAEL WILLIAM mengenalkan 5 teori kebenaran)
1. KEBENARAN PROPOSISI
Suatu kebenaran dapat diperoleh bila proposisi-proposisinya benar dalam logika aristoteles, proposisi benar bila sesuai dengan persyaratan formal suatu proposisi. Dalam logika proposisi yang lain, proposisi benar tidakdilihat pada benar formalnya melainkan benar materialnya.
2. KEBENARAN KORESPONDENSI
Berfikir benar korespondensial adalah berfikir tentang terbuktinya sesuatu relevan dengan sesuatu yang lain. Korespondensi relevan dibuktikan adanya kejadian sejalan atau berlawanan arah antara fakta dengan fakta yang diharapkan (positivisme) antara fakta dengan belief yang diyakini yang sifatnya spesifik phenumologi.
FEED BACK
IMAN --- KESALEHAN SOSIAL --- HIDUP EKONOMIS EFISIEN & EFEKTIF
LANGKAH LANGKAH MANAJEMEN
2.VISI 3.MISI 4.POLICY 5.PROGRAM / AKSI
1.PLANNING [--------------------------------------------------------------- OBJECTIVE
APA YANG AKAN DILAKUKAN
- KEGIATAN
- PENGELOLAAN SUMBER DAYA
Good Corporate Governance (GCG) tidak lain pengelolaan bisnis yang melibatkan kepentingan stakeholders serta penggunaan sumber daya berprinsip keadilan, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas.
1. Transparansi (Transparency)
Untuk menjaga obyektivitas dalam menjalankan bisnis, perusahaan harus menyediakan informasi
yang material dan relevan dengan cara yang mudah diakses dan dipahami oleh pemangku
kepentingan. Perusahaan harus mengambil inisiatif untuk mengungkapkan tidak hanya masalah
yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi juga hal yang penting untuk
pengambilan keputusan oleh pemegang saham, kreditur dan pemangku kepentingan lainnya
2. Akuntabilitas (Accountability)
Perusahaan harus dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan dan wajar.
Untuk itu perusahaan harus dikelola secara benar, terukur dan sesuai dengan kepentingan
perusahaan dengan tetap memperhitungkan kepentingan pemegang saham dan pemangku
kepentingan lain. Akuntabilitas merupakan prasyarat yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang
berkesinambungan.
3. Responsibilitas (Responsibility)
Perusahaan harus mematuhi peraturan perundang-undangan serta melaksanakan tanggung jawab
terhadap masyarakat dan lingkungan sehingga dapat terpelihara kesinambungan usaha dalam
jangka panjang dan mendapat pengakuan sebagai good corporate citizen.
4. Independensi (Independency)
Untuk melancarkan pelaksanaan asas GCG, perusahaan harus dikelola secara independen
sehingga masing-masing organ perusahaan tidak saling mendominasi dan tidak dapat diintervensi
oleh pihak lain.
5. Kesetaraan dan Kewajaran (Fairness)
Dalam melaksanakan kegiatannya, perusahaan harus senantiasa memperhatikan kepentingan
pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kesetaraan dan
kewajaran.
PENGANTAR MANAJEMEN
PLANNING & STRATEGIC MANAGEMENT
PLANNING ---------- IS GOALS
THE IMPORTANCE OF GOALS
1. GOAL PROVIDE A SENSE OD DIRECTION (MENENTUKAN ARAH)
2. GOAL FOCUS OUR EFFORT (FOKUS PADA USAHA 2 KITA)
3. GOAL GUIDE OUR PLANS AND DECISIONS (MEMBIMBING DALAM RENCANA DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
4. GOAL HELP US EVALUATE OUR PROGRESS ( MEMBANTU MENGEVALUASI SETIAP KEMAJUAN YANG KITA CAPAI)
THE IMPORTANCE OF PLANNING
TAF ROOT === PLANNING == INITIAL MANAGEMENT
PIJAKAN BAWAH DASAR MANAGEMEN
LANDASAN DASAR
CHANCE (PELUANG)
TYPE OF PLANS
OPERATIONAL
STRATEGIC IMPLEMENTED IN DAY TO
DAY ACTIVITIES
PLANS DESIGNED TO MEET
AN ORGANIZATIONS
BROADS GOALS
ORGANIZATIONS MISSION
STRATEGIE GOAL STRATEGIE PLANS PRES DIR / CEO / DIREKSI
TACTICAL GOAL TACTICAL PLANS VICE PRESIDENT
OPERATIONAL GOAL OPERATIONAL PLANS MANAGER
DEFINISI ---- PERNYATAAN YANG SANGAT MENDASAR DARI TUJUAN TUJUAN YANG INGIN DI CAPAI OLEH ORGANISASI / PERUSAHAAN
MISSIONS STATEMENT = BROAD ORGANIZATIONAL GOALS BASED ON PLANNING PREMISES WHICH JUSTIFIES AN ORGANIZATIONAL EXISTANCE
TIMES OF PLANS
1. LONG RAGE PLANNING == JANGKA PANJANG > 5 TAHUN
2. INTERMEDIATE PLANNING == JANGKA MENENGAH 1 --- 5 THN
3. SHORT RAGE PLANNING == JANGKA PENDEK < 1 TAHUN
STRATEGY
THE BROAD PROGRAM FOR DEFINING AND ACHIEVING AN ORGANIZATIONS OBJECTIVE THE ORGANIZATION RESPONSE TO ITS ENVIRONMENT OVER TIME
AS THE GRAND PLAN
LEVEL OF STRATEGY
THREE LEVEL OF STRATEGY
1. COORPORATE LEVE STRATEGY
2. BUSSINESS UNIT STRATEGY
3. FUNCTIONAL LEVEL STRATEGY
MULTI BUSSINES CORPORATIONS
STRATEGIC BUSSINESS UNIT STRATEGIC BUSSINESS UNIT STRATEGIC BUSSINESS UNIT
RESEARCH AND MANUFACTURING MARKETING SALES FINANCE
DEVELOPMENT
PROGRAM
PROJECT
POLICY
STANDARD OPERATING PROCEDURE
MBO == MANAGEMENT BY OBJECTIVE
EFEKTIF === MELAKUKAN SESUATU YANG BENAR
EFESIEN ==== MELAKUKAN SESUATU SECARA BENAR
ORGANIZATIONAL STRUCTURE AND COORDINATION
ORGANIZATION STRUCTURE == THE WAY IN WHICH AN ORGANIZATONS ARE DIVIDED ORGANIZED AND COORDINATED
- LIST THE WORK TO ACCOMPLISH ORGANIZATION GOALS
- DIVIDE THE TOTAL WORK (DIVISION OF WORK)
- COMBINE TASK A LOGICAL AND EFFICIENT (DEPARTEMENTALIZATIONS)
- SETUP COORDINATION
- MONITOR
DIVISION OF WORK (DESIGNING JOB)
THE BREAKDOWN OF COMPLEX TASK INTO COMPONENT SO THAT INDIVIDUAL ARE RESPONSIBLE FOR LIMITED SETS OF ACTIVITIES INSTEAD OF THE TASK AS A WHOLE
DESIGNING JOB JOB DESIGN
JOB SPECIALIZATIONS
SPESIALISASI PEKERJAAN YG DAPAT DIPERTANGGUNG JAWABKAN SECARA SPESIFIK.
JOB ROTATION JOB ENLARGEMENT JOB ENRICHMENT
TOUR OF DUTY
DEPARTEMENTALIZATION
THE GROUPING INTO DEPARTMENTS OF WORK ACTIVITIES THAT ARE SIMILAR AND LOGICALY CONNECTED
COORDINATIONS
THE INTEGRATION OF THE ACTIVITIES OF SEPARATE PART OF AN ORGANIZATION TO ACCOMPLISH ORGANIZATION GOALS
ELEMEN DASAR PENGORGANISASIAN
ORGANIZING
MEMUTUSKAN BAGAIMANA CARA TERBAIK MENGELOMPOKAN KEGIATAN SESUAI DENGAN SUMBER DAYA YANG DIMILIKI ORGANISASI
ORGANIZATION STRUCTURE
KUMPULAN ELEMEN YANG DAPAT MENGGAMBARKAN KEADAAN ORGANISASI
DEPARTEMENTALIZATION AND THE SPAN OF MANAGEMENT
SPAN OF MANAGEMENT OR SPAN OF CONTROL
THE NUMBERS OF SUBORDINATES REPORTING DIRECTLY TO A GIVEN MANAGER
ORGANIZATION CHART
A DIAGRAM OF AN ORGANIZATIONS STRUCTURE SHOWING THE FUNCTIONS DEPARTMENT OR POSITIONS OF THE ORGANIZATION AND HOW THEY ARE RELATED
CHAIN OF COMMAND
STRUKTUR ORGANISASI FUNGSIONAL
1. FUNGSIONAL PRODUK (BERDASARKAN PRODUK YANG DIHASILKAN)
DIREKTUR
WA DIR PROD I WA DIR PROD II
2. FUNGSIONAL MARKET / GEOGRAFI (BERDASARKAN PEMASARAN)
DIREKTUR
WADIR ASIA WADIR EROFA
3. FUNGSIONAL KONSUMEN (BERDASARKAN PELANGGAN BISNIS)
DIREKTUR
WADIR CONSUMER WADIR UKM WADIR COORPORATE
4. FUNGSIONAL BISNIS
DIREKTUR
WADIR FAM WADIR PRO WADIR SDM WADIR PEMASARAN
TERDAPATNYA SATU ORANG MANAGER YANG BERTANGGUNG JAWAB PADA 2 PIMPINAN ===ORGANISASI GARIS / LINI DAN ORGANISASI LINI DAN STAFF
STRUKTUR ORGANISASI MATRIX
STRUKTUR YANG MENGGAMBARKAN DUA FUNGSI HIERARKI ORGANISASI
MANAJEMEN PERUBAHAN DAN INOVASI ORGANISASI
ORGANIZATIONS CHANGE….WHY ?
ELEMEN ORGANISASI DIRUBAH TANPA MENGGANGGU STRUKTUR FUNDAMENTAL ORGANISASI
FORCES: KEKUATAN YANG MENDORONG MENGGANGGU DAN MENGUBAH ORGANISASI.
VALUTA / NILAI TUKAR STRATEGI
INTEREST RATE ECONOMI UPAH
CONSUMPTIONS DEMAND EXTERNAL FORCES INTERNAL JAMINAN
POLITIK SOSIAL
HUKUM PERILAKU PEKERJA
TEKNOLOGI
PLANNED CHANGE = PERUBAHAN YANG DIRENCANAKAN
REACTIVE CHANGE = PERUBAHAN YANG HARUS DIRESPON DENGAN CEPAT SESUAI KEADAAN DI LAPANGAN
MENGELOLA PERUBAHAN
MODEL KURT LEWIN
ARUS AIR YANG TENANG ARUS AIR JERAM
MODEL KOMPREHENSIF
KEBUTUHAN TERHADAP PERUBAHAN
MENENTUKAN TUJUAN PERUBAHAN
MEMERIKSA VARIABLE2 YANG RELEVAN
MEMILIH TEHNIK PERUBAHAN
MERENCANAKAN TINDAKAN PERUBAHAN
TINDAKAN NYATA
EVALUASI DAN LANJUTKAN
RESISTENSI TERHADAP PERUBAHAN
UNCERTAINTY
SELF INTEREST
DIFFERENCE OF PERSEPTION
SENSE OF LOSS
MENGELOLA RESISTANSI
MANAGING KOMUNIKASI (JGN PERNAH BERHENTI)
PENDIDIKAN ( SBGAI MEDIA PENGELOLAAN )
PARTISIPASI (IKUT BERPARTISIPASI DLM MENENTUKAN P. K )
NEGOSIASI ( BERUNDING-KOMPROMI – WIN-WIN SOLUTION)
MANIPULASI (MEMUTAR BALIKAN FAKTA)
PAKSAAN (MENERIMA DGN PROSES SELEKSI-KOPTASI )
FASILITASI
AREA PERUBAHAN ORGANISASI
PEOPLE KEMAMPUAN ABILITY & SKILL
KINERJA PERFORMANCE
PERSEPSI PERCEPTION
EXPECTATION
ATTITUDE
VALUE
CHANGE
STRUKTUR ORGANISASI
DAN DESAIN ORGANISASI
TEKNOLOGI CULTURE
DAN OPERASI JOB DESIGN
DEPARTEMENTALIZATION
CONTROL SYSTEM REPORTING RELATION
INFORMATION SYSTEM AUTHORITY & DISTRIBUTION
WORK SEQUENCER COORDINATION MECHANISM
WORK PROCESS LINE --- STAFF ---STRUCTURE
EQUIPMENT OVERALL DESIGN
HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
REKAYASA ORGANISASI
TARGET NEED
WAKTU STATUS QUO
COST KEMAMPUAN
SERVICE
REKAYASA ORGANISASI ATAU ORGANIZATION ENGINEERING ADALAH DESAIN ULANG ORGANISASI YANG DILAKUKAN SECARA CEPAT, PERUBAHAN DILAKUKAN TERHADAP ASPEK SEMUA BISNIS
1. YANG TUJUAN UTAMANYA ADALAH MENINGKATKAN PELAYANAN DAN MENGOPTIMALKAN BIAYA DAN MEMINIMUMKAN PENGGUNAAN WAKTU
2. AGAR ORGANISASI TIDAK TERJEBAK DALAM SITUASI KEMAPANAN
PROSES REKAYASA
MENGEMBANGKAN TUJUAN DAN STRATEGI
MENDORONG KOMITMEN MANAJEMEN PUNCAK U/ MELAKUKAN PERUBAHAN
MENCIPTAKAN RASA KEPENTINGAN SEMUA ANGGOTA ORGANISASI
MULAI DENGAN MENYUSUN ULANG ORGANISASI
MENGOPTIMALKAN PANDANGAN TOP DOWN – BOTTOM UP
LEADERSHIP
LEADERSHIP KEMAMPUAN MENGARAHKAN DAN MEMPENGARUHI BAWAHANNYA DALAM MELAKUKAN AKTIVITAS
POWER KEMAMPUAN UNTUK MEMPENGARUHI AGAR DAPAT MERUBAH SIKAP ATAU PERILAKU INDIVIDUAL ATAU KELOMPOK
INFLUENCE TINDAKAN ATAU CONTOH DARI PERILAKU YANG DAPAT MENYEBABKAN PERUBAHAN PAA SIKAP DAN PERILAKU ORANG ATAU KELOMPOK LAIN
POWER LEADERSHIP INFLUENCE
PROSES KOMUNIKASI ANTARA PEMIMPIN DAN YANG DIPIMPINNYA (FOLLOWER)
SITUATION (AKTIVITAS POWER, LEADERSHIP DAN INFLUENCE)
FOLLOWER LEADER
COMMUNICATION (HARUS SESUAI DENGAN SITUASI)
LEADERSHIP SYSTEM
LEADERSHIP STYLES (UNIVERSITAS OHIO)
HIGH
LOW STRUCTURE HIGH STRUCTURE
AND HIGH CON - AND HIHG CON –
SIDERATION SIDERATION
LOW STRUCTURE HIGH STRUCTURE
AND LOW CON - AND LOW CON –
SIDERATION SIDERATION
LOW
LOW HIGH
INITIATING STRUCTURE
PEOPLE ORGANIZATIONS
SOCIAL CONTRACT
PHSYCOLOGICAL CONTRACT
APA YANG DIINGINKAN OLEH PEOPLE HARUS DIBERIKAN OLEH PERUSAHAAN BEGITUPUN SEBALIKNYA
KONTRIBUSI IMBALAN
PEOPLE ORGANISASI/COMPANY
BENTUK KONTRIBUSI:
USAHA
KEMAMPUAN (PENGETAHUAN / KNOWLEDGE)
LOYALITAS
SKILL
WAKTU
KOMPETENSI
BENTUK IMBALAN
PAYMENT
LONG TERM FACILITIES (KEAMANAN BEKERJA) PROSES KERJA
BENEFIT (TUNJANGAN)
CARRIER OPPORTUNITIES (PELUANG KARIR)
STATUS
PROMOSI
LOCUS OF CONTROL APA, SIAPA, KEKUATAN APA YANG DAPAT MEMBUAT SESEORANG
MEMBERIKAN KONTRIBUSI / KEBERHASILAN. BAIK DARI INTERNAL – MAUPUN DARI EKSTERNAL
KONTRIBUSI TANPA IMBALAN ( INTERNAL LOCUS OF CONTROL)
KONTRIBUSI DENGAN IMBALAN ( EKSTERNAL LOCUS OF CONTROL)
STRESS -- RESPON TERHADAP LINGKUNGAN
STRESSOR -- (PEMICU) KELUAR DARI SYNDROM
STRESSOR --- ORGANIZATIONAL
ORGANIZATIONAL STRESSOR
A. TUGAS (BASIC DEMAND)
B. FISIK (PHYSICAL DEMAND)
C. PERAN ( ROLE DEMAND )
D. INTERPERSONAL ( (HUBUNGAN / KOMUNIKASI)
AKIBAT STRESS
A. BEHAVIOUR
B. PSIKOLOGI
C. MEDICAL
LEADERSHIP GRID
A. CONCERN FOR PEOPLE
B. CONCERN FOR PRODUCTION
IMPROVISED MANAGEMENT : PEMIMPIN YG MISKIN PERHATIAN (PEKERJA/PEKERJAAN)
COUNTRY CLUB MANAGEMENT : PEMIMPIN DGN PERHAIAN TINGGI KPD PEKERJA TETAPI PADA PRODUKTIVITAS SANGAT RENDAH
TEAM MANAGEMENT : PEMIMPIN YG MEMILIKI PRHATIAN TINGGI BAIK KEPADA PEKERJA MAUPUN PEKERJAAN
AUTHORITY COMPILIANCE : YG MEMPERHATIAN PRODUKTIVITAS TAPI RENDAH DALAM PERHATIAN KPD PEKERJA
MIDDLE OF THE ROAD MANAGEMENT : SEIMBANG DALAM TINGKAT PERHATIAN
PEMIMPIN YANG EFEKTIF
A. KEPRIBADIAN (EKSTROVER TERBUKA – INTROVER TERTUTUP), PENGALAMAN, HARAPAN (INTERNAL LOCUS OF CONTROL).
B. HARAPAN AN PERILAKU YANG LEBIH SUPERIOR DIATAS RATA2 (KNOWLEDGE DAN PERILAKU) INTERNAL LOCUS
C. MELIHAT BAHWA TUGAS ADALAH PROSES KEPEMIMPINAN ----INTERNAL LOCUS
D. KEBIJAKAN DAN KULTUR ORGANISASI (EKSTERNAL LOCUS) -- KONSTITUSIONAL FACTOR
E. KARAKTERISTIK BAWAHAN (EKSTERNAL LOCUS) - INSTITUSIONAL FACTOR
F. KEINGINAN DAN HARAPAN (SIKAP BAWAHAN) (EKSTERNAL LOCUS) – INSTITUSIONAL FACTOR.
EFEKTIF CONTROL
CONTROL ADALAH PENYESUAIAN ANTARA PERFORMA KERJA DENGAN PERENCANAAN YANG DITENTUKAN.
MANAJEMEN PENGENDALIAN ADALAH USAHA SISTEMATIS UNTUK MENATA STANDAR PERENCANAAN, MENDISAIN SYSTEM FEEDBACK INFRORMASI DAN MEMBANDINGKAN PERFORMA KERJA DENGAN STANDAR YANG DITETAPKAN SEBELUMNYA DAN MENGUKUR AGAR SEMUA SUMBER DAYA YANG DIGUNAKAN OPTIMAL DENGAN TUJUAN PERUSAHAAN.
CONTROL
1. METODE
A. PREACTION
B. STEERING
C. YES / NO
D. POST ACTION
E. INTERACTIVE
2. TYPE
A. FINANCIAL --RATIO DAN STATEMENT
B. BUDGETARY --- OPERATING DAN FIXED
C. AUDITING --- INTERNAL DAN EKSTERNAL
3. DESIGN
A. KEY
B. STRATEGIC
4. MEAN
A. STEP
B. NEED -- MONITOR ----PROGRESS
---- CORRECTIVE
LANGKAH DASAR PROSES PENGENDALIAN
MENURUT ROBERT J WOEKLER
ALIRAN INFORMASI DAN TINDAK PERBAIKAN U/ 4 BENTUK PENGENDALIAN
STEERING YES/ NO
CONTROL CONTROL
INPUT PROCCESSING OUTPUT
PREACTION POST ACTION
CONTROL CONTROL
CORRECTIVE ACTION
INFORMASI
SYSTEM
SUBSYSTEM
OPEN SYSTEM = INTERAKSI / KETERKAITAN ORGANISASI DENGAN LINGKUNGAN
CLOSED SYSTEM = TIDAK TERKAIT DENGAN LINGKUNGAN
DESIGNING CONTROLL SYSTEM
1. DEFINING
DESIRED RESULT
2. ESTABLISH PREDICTING OF RESULT
SYSTEM
3. ESTABLISH STANDARD FOR PREDICTOR & RESULT 4. ESTABLISH THE INFORMATION AND FEED BACK NETWORK 5. IMPLEMENTED THE SYSTEM AND TAKE CORRECTIVE ACTION IF NEEDED
SISTIM INFORMASI MANAJEMEN
DATA
DATA ADALAH SUATU ISTILAH MAJEMUK YANG BERARTI FAKTA ATAU BAGIAN DARI FAKTA YANG MENGANDUNG ARTI, YANG DIHUBUNGKAN DENGAN KENYATAAN, SIMBOL-SIMBOL, GAMBAR-GAMBAR, KATA-KATA, ANGKA-ANGKA, HURUF-HURUF ATAU SIMBOL-SIMBOL YANG MENYATAKAN SUATU IDE, OBJEK, KONDISI / SITUASI DLL. JELASNYA DATA ITU DAPAT BERUPA APASAJA DAN DAPAT DITEMUI DIMANA SAJA.
KEGUNAAN DATA: ADALAH SEBAGAI BAHAN DASAR YANG OBJEKTIF (RELATIF) DI DALAM PROSES PENYUSUNAN KEBIJAKAN DAN KEPUTUSAN OLEH PIMPINAN ORGANISASI ATAU SIAPAPUN
DATA MERUPAKAN HASIL – PENGAMATAN / OBSERVASI
_ RISET DLL
DATA 1. PRIMER – DIAMBIL SECARA LANGSUNG DARI SUMBERNYA
2.SEKUNDER – DATA YANG TELAH DIOLAH KEMBALI
MISALNYA : NERACA DAN LAPORAN LABA RUGI’
DATA KUALITATIF (ASUMSI) JUMLAH PENJUALAN
DATA KUANTITATIF (ANGKA/JUMLAH) JUMLAH KARYAWAN DI SUATU PSRHN
MONOGRAFI DESA
MAKA DATA KUALITATIF DAN KUANTITATIF HARUS SEIMBANG
METODE PENGUMPULAN DATA:
1. MELALUI PENGAMATAN SENDIRI SECARA LANGSUNG DENGAN MENCARI CATATAN YANG TELAH ADA DARI SIAPA, DIMANA DAN APA DATA YANG DIKUMPULKAN (MEMPELAJARI)
KEUNTUNGAN METODE INI: BAHWA DATA YANG DIKUMPULKAN AKAN LEBIH CERMAT KARENA PENGAMAT SENDIRI YANG MENGUMPULKAN.
KERUGIAN: 1. BIAYA MAHAL
2.DISELIDIKI APABILA BANYAK HAL
3.DAERAH PENGAMATAN TIDAK LUAS SDGKAN WAKTU TRBTS
2. MELALUI INTERVIEW / WAWANCARA
DILAKUKAN SECARA TIDAK LANGSUNG / PENGAMATAN PRIBADI DENGAN DAERAH YANG LUAS, KARENA ITU HARUS MEWAKILKAN PADA ORANG LAIN UNTUK MEWAWANCARA KEPADA ORANG YANG MEMPUNYAI INFORMASI.
KEUNTUNGAN: 1. DATA LEBIH TELITI, KRN DIKUMPULKAN SENDIRI
2.DIKUMPULKAN SENDIRI/MELALUI WAKIL2NYA
3.KARENA DAERAH LUAS, ANGKA JADI BANYAK MAKA HASIL AKAN LEBIH CERMAT.
KERUGIAN : 1. BIAYA MAHAL – UNTUK WAKIL2 KE PELBAGAI TEMPAT
2.BILA WAKIL2 MEMPUNYAI PENDAPAT YANG KABUR / TIDAK
JELAS, MAKA FAKTA2 TIDAK TELITI.
WAWANCARA ADALAH SUATU BENTUK KOMUNIKASI LANGSUNG DARI ORANG YANG DIANGGAP MAMPU.
3. MELALUI PERKIRAAN KORESPONDEN (PEMBAWA BERITA)
PENGAMAT MEMINTA INFORMASI DARI KORESPONDEN BAIK LANGSUNG / TIDAK MEMPUNYAI KEPENTINGAN DALAM PENYELIDIKAN MAKA ADA KEMUNGKINAN INFORMASI ATAU ANGKA2 YANG MEREKA BERIKAN HANYA BERDASARKAN PERKIRAAN2 ATAU UMUMNYA KURANG TELITI.
KEUNTUNGAN: 1. BIAYA SANGAT MURAH
2.MELIPUTI DAERAH YANG SANGAT LUAS
KERUGIANNYA SERING KURANG TELITI.
4. MELALUI DAFTAR PERTANYAAN (QUISIONER)
DIBERIKAN KEPADA YANG MUNGKIN MEMILIKI FAKTA2 ANGKA2 YANG DIJADIKAN SUMBER PENYELIDIKAN.
KEUNTUNGAN: 1. METODE INI MURAH DIBANDING WAWANCARA PRIBADI
2.DATA DAPAT DIKUMPULKAN SECARA CEPAT
KERUGIANNYA INFORMAN TIDAK MENGEMBALIKAN DAFTAR QUISIONER ATAU TIDAK MENJAWAB SEMUA PERTANYAAN.
BENTUK QUISIONER
1. PERTANYAAN (STUDI) APAKAH / BAGAIMANA
2. PERNYATAAN (AUDIT) PERTANYAAN BERBENTUK PENYATAAN (AGAK SULIT KARENA MENYANGKUT STATEMEN DARI PERUSAHAAN)
PENDEKATAN SYSTEM
ELEMEN2 PROSES PEMECAHAN MASALAH
DALAM AKTIFITAS PERUSAHAAN DIHADAPKAN PADA BERBAGAI MASALAH
MANAJER HARUS MENGATASI MASALAH
DALAM MENCAPAI TUJUAN PERUSAHAANNYA
MAKA DIPERLUKAN “PENDEKATAN SISTEM”
ESENSINYA: SUPAYA PERUSAHAAN ITU EKONOMIS
(EFEKTIF & EFISIEN) SERTA MENGUNTUNGKAN
MASALAH SUATU KONDISI YANG MEMILIKI POTENSI TIMBULNYA KERUGIAN YANG LUAR BIASA ADAN BISA PULA MEMBERI KEUNTUNGAN YANG LUAR BIASA PULA
PEMECAHAN MASALAH MERUPAKAN TINDAKAN MEMBERI RESPON TERHADAP MASALAH UNTUK MENEKAN AKIBAT BURUK YANG DITIMBULKANNYA ATAU MENCIPTAKAN KEUNTUNGAN
DEFINISI PENDEKATAN SISTEM CARA PANDANG / PERSEPSI SECARA TERSTRUKTUR UNTUK MELAKUKAN KEGIATAN ATAU OPERATIONAL ORGANISASI ATAU PERUSAHAAN DALAM MENCAPAI TUJUAN PERUSAHAAN SECARA EKONOMIS DAN BERDAYA SAING TINGGI
KONSEPSI PENDEKATAN SISTEM
1. LOGIKA FENOMINA TOTALITAS
MERUPAKAN CARA BERFIKIR MENGENAI FENOMENA SUB SISTEM (BAGIAN2)YANG SALING BERGANTUNG SECARA MENYELURUH / TOTAL.
2. PEMBINAAN KESISTEMAN
MERUPAKAN PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI DARI SUB SISTEM (BAGIAN2) YANG DAPAT DIGAMBARKAN MELALUI INPUT ->PROSES-OUTPUT
3. ANALISIS KESISTEMAN (TEKNIK SOLUSI)
MERUPAKAN SUATU METODE UNTUK MEMECAHKAN MASLAH SECARA ILMIAH.
PETUNJUK PENGGUNAAN PENDEKATAN SISTEM
1. INTEGRASI : SUATU KONDISI / REALITA DARI SUB SISTEM YANG HARUS DISATUKAN (TERINTEGRASI)
2. KOMUNIKASI : DIMANA SALURAN KOMUNIKASI TERSEBUT HARUS SECARA TERBUKA DAN DUA ARAH
3. MENGGUNAKAN METODE ILMIAH ANTARA LAIN DENGAN MJ. STRATEGIK
STABILITAS EKSPANSIPENCIUTANCAMPURAN, MJ RESIKO, MANAJERIAL EKONOMIC, STATISTIK DLL.
4. ORIENTASI KEPUTUSAN UNTUK MENGEJAR TARGET
5. TEKNOLOGI MODERN DIIMBANGI DENGAN PENGGUNAAN TEKHNOLOGI TERKINI.
PERSONNEL SUB SYSTEM
AKTIVITAS : PENERIMAAN PEGAWAI, PELATIHAN, PENGARSIPAN, PENGGAJIAN, MUTASI PEGAWAI (TERMASUK PEMBERHENTIAN)
TRANSAKSI : PENGOLAHAN LAMARAN PEGAWAI, SPESIFIKASI TRAINING, DATA PERSONEL, JAM KERJA DAN PRESENTASI PEMBAYARAN GAJI DSB
OPERATIONAL CONTROL MEMERLUKAN PROSEDUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERIMAAN PEGAWAI, PELATIHAN, KENAIKAN GAJI, PHK DSB
MANAGEMENT CONTROL LAPORAN DAN ANALYSIS YANG MENUNJUKAN PENYIMPANGAN ANTARA PERFORMANCE YANG DIRENCANAKAN DENGAN ACTUAL YG BERKENAAN DENGAN JUMLAH PEGAWAI YANG DITERIMA, BIAYA PENERIMAAN PEGAWAI, BIAYA PELATIHAN, TARIF GAJI DSB
STRATEGIC PLANNING EVALUASI STRATEGI ALTERNATIVE UNTUK PENERIMAAN PEGAWAI, PELATIHAN, PENGGAJIAN DSB.
FINANCE & ACCOUNTING SUB SYSTEM
AKTIVITAS : BERTANGGUNG JAWAB AGAR SELURUH PEMBIAYAAN AKTIVITAS PERUSAHAAN BERADA DALAM KEADAAN EFISIEN. MELIPUTI KEPUTUSAN YG BERHUBUNGAN DGN PEMBERIAN CREDIT PADA KONSUMEN, MANAJEMEN KAS, PENGATURAN TRANSAKSI KEUANGAN (PINJAMAN, PENJUALAN SAHAM DSB)
TRANSAKSI : PERMINTAAN CREDIT, PENJUALAN, TAGIHAN, PENGUMPULAN DOKUMEN KEUANGAN, CHECK, BUKU HARIAN, PEMINDAHAN SAHAM DSB
OPERATIONAL CONTROL LAPORAN KESALAHAN SERTA PERBAIKAN TRANSAKSI , LAPORAN SEMENTARA, LAPORAN KETERLAMBATAN PROSES DSB.
MANAGEMENT CONTROL MEMBANDINGKAN BUDGET DENGAN REALISASI, ANALISIS VARIANSI DSB
STRATEGIC PLANNING STRATEGI FINANCING AGAR MEMINIMUMKAN PAJAK, MERENCANAKAN / MERANCANG SYSTEM AKUNTANSI BIAYA DAN SYSTEM PENGANGGARAN.
INFORMATION PROCESSING SUB SYSTEM
AKTIVITAS : BERTANGGUNG JAWAB ATAS TERSEDIANYA INFORMASI YANG TEPAT DAN BENAR PADA FUNGSI MANAGEMENT YG LAIN
TRANSAKSI : PERMINTAAN UNTUK PROSES, PERMINTAAN KOREKSI ATAU PERUBAHAN DATA DAN PROGRAM, LAPORAN PERFORMANCE HARDWARE DAN PROGRAM,PROPOSAL PROJECT.
OPERATIONAL CONTROL INFORMASI MENGENAI JADWAL HARIAN PEKERJAAN, TINGKAT KESALAHAN. KEGAGALAN HARDWARE,
UNTUK PROJECT BARU MISALNYA JADWAL KEMAJUAN PENYELESAIAN SOFTWARE
MANAGEMENT CONTROL ANALISIS DATA YANG TERSEDIA VS DATA YANG TERPAKAI, ONGKOS PERALATAN, PERFORMANCE PROGRAMMER PERBANDINGAN JADWAL PENYELESAIAN PROYEK DENGAN JADWAL ACTUAL DSB.
STRATEGIC PLANNING RENCANA UMUM SIM. STRUKTUR HARDWARE DAN SOFTWARE MENYELURUH, PENDEKATAN ORGANISASI SIM (DESENTRALISASI / SENTRALISASI)
ANALISIS SISTEM
PENGERTIAN A S ADALAH SUATU PENDEKATAN / APPROACH ATAU CARA PANDANG MELIHAT MASALAH DENGAN MNGGUNAKAN TEKNIK2, CARA2 DAN METODE2 TERTENTU.
HASIL DARI SEBUAH ANALISIS SYSTEM BERUPA URAIAN / SUATU PENILAIAN MENGENAI SUATU MASALAH BAIK SECARA KESELURUHAN (SIMULTAN) MAUPUN PARSIAL (INDIVIDU) YANG MERUPAKAN ALTERNATIVE-ALATERNATIVE PEMECAHAN BESERTA KONSEKWENSI YANG AKAN TIMBUL DARI MASING2 ALTERNATIVE DISERTAI SARAN DAN PERTIMBANGAN GUNA PEMILIHAN ALTERNATIVE YANG DIAJUKAN DILENGKAPI DENGAN KRITERIA-KRITERIA YANG DIPAKAI UNTUK PEMILIHAN TERSEBUT.
UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN --
1. PERLU PENGUMPULAN DATA -- DATA PRIMER DAN DATA SEKUNDER.
OBSERVASI KUISIONER LITERATUR INTERVIEW INTERNET
2. PENDEKATAN SISTEM (BERFIKIR SISTEMIK)
3. ANALISIS SISTEM
A. ADA SISEM YANG BERJALAN (ERROR/TERGANGGU)
B. MENCOBA MENGETAHUI -SISTEM TERDR DRI SUB SYSTEM APA SJ
- SUB SYSTEM YANG TERGANGGU
C. MENDAPATKAN DATA ATAU INFORMASI U/ DIANALISIS
D. ALTERNATIF
E. PENANGANAN PRIORITAS
HAL HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM ANALISIS SISTEM
UNSUR-UNSUR ANALISIS SYSTEM
A. TUJUAN
1. REALISTIK : ACTUAL (SESUAI KONDISI SEKARANG) RASIONAL (BS DIRUBAH/REVISI) DAN TIDAK TERLALU MULUK
2. MENANTANG (CHALLENGING) TIDAK TERLALU MUDAH JUGA TIDAK TERLALU SULIT
3. TERUKUR (MEASURABLE)
4. TARGET (TIME CONCERNING)
B. ALTERNATIF
C. BIAYA DAN LABA
D. MODEL
E. CRITERIA
LANGKAH-LANGKAH ANALISIS SYSTEM
1. MENGENALI / IDENTIFIKASI
2. TUJUAN (JELAS PRIORITAS INTERAKSI)
3. PENGUMPULAN DATA
4. PEMBUATAN MODEL
5. VALIDITAS MODEL
6. PENENTUAN BIAYA
7. TESTING / FORECASTING
VALIDITAS MODEL
A. GENERAL - SENJATA
B. GLOBAL - PERUSAHAAN LINEAR
C. PERMANEN - PERIODIK (STORE)
D. OBJEKTIF - BERLAKU SETIAP ORANG
JENIS ANALISIS DATA
1. ANALISIS SEBAB AKIBAT ( CAUSE EFFECT )
INPUT PROSES OUTPUT
MIS. PERTANIAN (PUPUK)
2. ANALISIS AKIBAT TERLAMBAT (EFFECT DELAY ) = MENUNGGU
INPUT PROSES OUTPUT
REAKSI APA ?
UNTUK SYSTEM KOMPLEK
3. ANALISIS DETERMINISTIK & PROBABILISTIK (DAPAT DIRAMALKAN DAN TDK DAPAT DIRAMALKAN)
UNTUK PROBABILITAS TERDAPAT 3 KATAGORI
SITUASI INPUT ---- OUTPUT (CAUSE EFFECT RELATIONSHIP)
A. HUBUNGAN INPUT --OUTPUT YANG PASTI
B. HUBUNGAN YNG KURANG PASTI DARI INPUT DENGAN OUTPUT (HASIL)
C. TERDAPATNYA INPUT -- OUTPUT YANG SAMA SEKALI TIDAK DIKETAHUI / TIDAK TERKONTROL
DALAM HAL INI INFORMASI DIPERLUKAN UNTUK MENGURANGI KETIDAK PASTIAN
4. ANALISIS OPTIMALISASI
JIKA FAKTOR2 TELAH DIKETAHUI MAKA TUJUAN / SASARAN DAPAT DIKETAHUI /DICAPAI DENGAN MEMANFAATKAN / MENSINERGIKAN FAKTOR KENDALA (INPUT) TERSEBUT.
MEMBANGUN SYSTEM SISTEM INFORMASI (PERANCANGAN SISTEM)
TAHAP PERANCANGAN
TUJUANNYA:
1. MENCIPTAKAN KONFIGURASI TEKNOLOGI PADA ANALISIS SYSTEM (PERANGKAT KERAS/LUNAK, JARINGAN, FLEKSIBILITAS, SECURITY)
2. PELAKSANAAN / PENGONTROLAN
SPESIFIKASI PEMOGRAMAN, PENGKODEAN DATA, DOKUMENTASI PELATIHAN.
3. MEMBUAT SPESIFIKASI SYSTEM PADA TAHAP STUDI SYSTEM (ORGANISASIONAL, MANAGERIAL DAN TEKHNOLOGIKAL)
4. TAHAP IMPLEMENTASI
INSTALASI (TAHAP TRANSISI PENGGANTI SYSTEM LAMA ATAU KONVERSI)
SISTEM LAMA
SISTEM BARU
1. STRATEGI PARALEL
SISTEM LAMA SISTEM BARU
2. STRATEGI LANGSUNG (DIRECT CUTOVER)
SISTEM LAMA SISTEM BARU
3. STRATEGI STUDI PERCONTOHAN (PILOT STUDY)
SISTEM LAMA SISTEM BARU
4. STRATEGI PENDEKATAN BERTAHAP (PHASED APPROACH)
5. TAHAP PEMAKAIAN
1. OPERASI
2. PEMELIHARAAN
MEMBANGUN SYSTEM SISTEM INFORMASI (PERANCANGAN SISTEM)
1. TAHAP PERENCANAAN
A. PEMBENTUKAN ORGANISASI SISTEM
---- KOMITE EXECUTIVE TUJUAN
--- KOMITE PENGARAH FUNGSI
KEBIJAKAN
MELIHAT KONFLIK
SOLUSI
TEKNOLOGI INFO.
--- TIM PROYEK
SECARA INTERNAL DIMANA SIFAT PENILAIAN SUBJEKTIF DAN EKSTERNAL (KONSULTAN) BERSIFAT APA ADANYA OBJECTIVE SESUAI YANG ADA DI LAPANGAN.
B. PENDEFINISIAN PROYEK ---- ADA MASALAH
---- SEBERAPA PARAH
--- APA BISA DIATASI OLEH SYSTEM BARU
C. MEMBUAT STUDY KELAYAKAN PROYEK (MENCARI TAHU KEADAAN, STRATEGISKAH ?)
--- ADA PEMBATAS YANG DIKETAHUI
--- DILIHAT DARI ASPEK PEMASARAN, KEU, SDM, PRODUKSI
D. MEMBUAT PROPOSAL PROYEK --- HARUS TERINCI
--- LEBIH INFORMATIF
--- KRITERIA YG DIHARAPKAN
--- TUGAS 2
--- DAMPAK DGN PERANCANGAN SYSTEM TRBARU TSB.
2. TAHAP ANALISIS
A. KEKUATAN DAN KELEMAHAN
B. PELUANG DAN ANCAMAN
C. METODE YANG DIGUNAKAN
D. TEKNOLOGI
E. DAMPAK TERHADAP OPERASI / ORGANISASI PERUSAHAAN.
CARA MENENTUKAN KEBUTUHAN INFORMASI
A. B S P ( BUSSINESS SYSTEM PLANNING)
- BIASANYA UNTUK PERUSAHAAN BARU
- ENTITY (ORANG – ALAT – TUGAS DLL)
- ATRIBUT DARI KEBUTUHAN PEKERJAAN
- CENDERUNG KEPADA ALAT (KOMPUTERISASI) UNTUK PENYAJIAN INFORMASI
B. CRITICAL SUCCESS FACTOR
- BIASANYA U/ PERUSAHAAN YANG BERPENGALAMAN
- MENYANGKUT MASALAH STRATEGIS
- S P K ( SYSTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN)
- S E ( SYSTEM EXECUTIVE)
- S I P ( SYSTEM INFORMASI PERUSAHAAN )
TREND MANAGEMENT PERUSAHAAN YNG MEMBUTUHKAN SYSTEM INFORMASI ADALAH APAKAH HARUS DISEWAKAN / DIBELI SISSTEM INFORMASI TERSEBUT.
TELKOM --- PESAWAT TELPON (PT. INTI)
-- TELP (TELKOM SENDIRI)
-- TELP. LUAR (INDOSAT)
The stages of Economic Growth
Model Pertumbuhan Ekonomi Rostow (W.W Rostow)
Model ini menekankan tinjauannya pada sejarah tahp-tahap pertumbuhan ekonomi serta ciri dan syarat masing-masing. Tahap-tahap tersebut adalah tahap masyarakat tradisional, tahap prasyarat lepas landas, tahap lepas landas, ahap gerakan ke arah kedewasaan, dan akhirnya tahap konsimsi tinggi.
• Masyarakat Tradisional
Tahapan masyarakat tradisional merupakan tahapan dimana tingkat perekonomian berada pada titik rendah. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya output per cápita dan berada dalam kondisi stagnan (tidak mengalami peningkatan yang mencolok) untuk jangka waktu yang panjang. Lambatnya perkembangan ekonomi pada tahap ini dikarenakan tidak adanya budaza productivitas atau secara nyata belum ada tradisi untuk melakukan aktivitas ekonomi. Keadaan ini terjadi pada setiap masyrakat manapun sebagai statu awal dari sejarah manusia.
• Prasyarat Tinggal Landas
Prasyarat untuk tinggal landas (precondition for take-off) dimulai ketika era masyarakat tradisional telah berakhir. Di Eropa masa ini ditandai dengan berakhirnya feodalisme, tumbuhnya kelompok borjuis di kota-kota perdagangan, kebebasan beragama yang ditunjukkan dalam berbagai agama protestan, serta kemajuan ilmu pengetahuan. Menurut Rostow, persiapan untuk industrialisasi yang berkelanjutan antara lain membutuhkan perubahan radikal pada tiga sector non industri.
• Tinggal Landas
Tahap Tinggal landas (take-off) merupakan era di mana resistensi ekonomi dan kemantapan telah tumbuh secara normal. Struktur ekonomi menguat bersamaan dengan investasi yang gencar oleh pemerintah maupun masyarakat secara mandiri. Pada tapan inilah muncul kelas baru dari kelas menengah yang disebut entrepreneur yang mandiri. Ada tiga syarat yang harus dipenuhi dalam tapan lepas landas :
1. Harus ada kenaikan tingkat investasi yang produktif dari 5 persen atau kurang menjadi 10 persen atau lebih dari pendapatan nasional (net national product).
2. Munculnya satu atau lebih cabang industri yang kyat dengan tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi.
3. Tatanan politik, social dan kelembagaan telah berkembang dengan baik sehingga mampu mendorong perluasan ekonomi modern dan efek-efek ekonomi eksternal yang berpotensial dari kegiatan lepas landas menuju pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.
• Tahap ke Arah Kedewasaan
Tahapan selanjutnya setelah lepas landas adalah tahap kematangan (the drive to maturity) atau tahap ke arah kedewasaan. Pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per cápita sudah teratur. Teknologi modern sudah teraplikasi pada hampir seluruh sumber daya wilayah. Investasi berlanjut dengan baik di atas 10 persen dari pendapatan nasional. Cara hidup berubah pada sebagian besar orang selama era kematangan. Populasi lebih cenderung kepada perkotaan daripada pedesaan. Proporsi pekerja semi-skilled dan white collar meningkat. Kekuatan proletariat baru kota bertangan lembut muncul sehingga negara menyediakan jaminan social dan ekonomi.
• Tahap Konsumsi tingkat tinggi
Dalam skema Rostow tingkatan tertinggi adalah era konsumsi massa yang tinggi ( the age of high mass consumption). Yang pertama sekali mencapai tingkat ini adalah Amerika Serikat pada tahun 1920-an. Di Inggris tahap ini dimulai pada 1930-an, tetapi disela oleh Perang Dunia II. Pada Negara-negara Eropa Barat continental baru dimulai pada 1950-an. Pada setiap kasus tahap ini ditandai oleh pergerakan ke daerah pinggiran kota, munculnya mobil, dan penggunaan barang-barang dan peralatan konsumsi yang tahan lama dalam jumlah tak terhitung.
Theory Pertumbuhan Ekonomi
Model Pertumbuhan Lewis
Model ini merupakan model yang khusus menerangkan kasus negar sedang berkembang banyak(padat)penduduknya.Tekanannya adalah pada perpindahan kelebihan penduduk disektor pertanian ke sektor modern kapitalis industri yang dibiayai dari surplus keuntungan.
Arthur Lewis (1954) dengan model surplus of labornya memberikan tekanan kepada peranan jumlah penduduk. Dalam model ini diasumsikan terdapat penawaran tenaga kerja yang sangat elastis.
Ini berarti para pengusaha dapat meningkatkan produksinya dengan mempekerjakan tenaga kerja yang lebih banyak tanpa harus menaikkan tingkat upahnya (kaum kapitalis orientasinya upah dibawah produksi). Meningkatnya pendapatan yang dapat diperoleh oleh kaum pemilik modal akan mendorong investasi-investasi baru karena kelompok ini mempunyai hasrat menabung dan menanam modal (marginal propensity to save and invest) yang lebih tinggi dibandingkan dengan kaum pekerja. Tingkat investasi yang tinggi pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Orientasi kaum kapitalis adalah:
1. Mencari keuntungan dengan upah minimal sama dengan batas produksi
2. Apabila tingkat upah di desa (sector pertanian) lebih rendah daripada di kota (sector industry)
3. Penurunan sector pertanian terlalu berlebihan.
Teori Pertumbuhan Ekonomi Robert Malthus
Menurut teori ini garis besar proses pertumbuhan dimana asumsi yang melandasi model ini yaitu:
1. Tenaga kerja (atau penduduk) tumbuh dengan laju tertentu, misalnya P per tahun.
2. Adanya fungsi produksi Q = f (K, L) yang berlaku bagi setiap periode.
3. Adanya kecenderungan menabung (prospensity to save) oleh masyarakat yang dinyatakan sebagai proporsi (s) tertentu dari output (Q). Tabungan masyarakat S = sQ; bila Q naik S juga naik, dan sebaliknya.
4. Semua tabungan masyarakat di investasikan S = I = ΔK.
Sesuai dengan anggapan mengenai kecenderungan menabung, maka dari output disisakan sejumlah proporsi untuk ditabung dan kemudian di investasikan.
Robert malthus dengan teorinya: karena eksplorasi tanah secara besar-besaran maka tenaga kerja berkurang karena kualitas tanah semakin menurun.
Pangan tumbuh menurut deret ukur sedangkan penduduk tumbuh menurut deret tambah.
Di negara maju yang ditakutkan adalah penduduk aslinya berkurang, karena di negara maju penduduk akan menjadi masalah kemudian pendorong, dikatakan pendorong karena penduduk akan menjadi potensi yang akan mengurangi permasalahan di suatu negara.
Di Indonesia Desa merupakan sumber pertumbuhan (SDA)
Kota sebagai tempat migrasi atau urbanisasi
Yang menyebabkan urbanisasi adalah (1) Daya Dorong (keluar dari kondisi masyarakat yang sulit dicegah karena perubahan pola hidup yg keluar dari pelaku/ hati nurani), (2) Daya Tarik (kondisi perkotaan/suasana budaya yang berbeda dari sisi sarana maupun prasarana yang lebih lengkap tersedia)
Hal tersebut akan terlihat dari Social Overhead Capital (SOC) penyediaan fasilitas atau prasarana untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan Direct Product Activities (DPA) aktivitas produksi secara langsung harus seimbang.
Untuk mencegah daya Tarik adalah tergantung dari kebutuhan penduduknya sendiri mana yang akan didahulukan apakah SOC atau DPA karena masih dalam satu kesatuan yang sama.
Tugas pemerintah adalah menjaga laju urbanisasi dan mencari investor
Menurut Adam Smith (1776) proses pertumbuhan dimulai apabila perekonomian mampu melakukan pembagian kerja (division of labor). Pembagian kerja akan meningkatkan produktivitas yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan (produktivitas adalah saat terjadi perdagangan antara dua negara apabila satu negara memproduksi lebih tinggi dibanding dengan negara lain meskipun dengan mengunakan teknologi biasa karena luas lahan produksi). Adam Smith juga menggarisbawahi pentingnya skala ekonomi. Dengan meluasnya pasar, akan terbuka inovasi-inovasi baru yang pada gilirannya akan mendorong perluasan pembagian kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Setelah Adam Smith muncul pemikiran-pemikiran yang berusaha mengkaji batas-batas pertumbuhan (limits to growth) antara lain Malthus (1798) dan Ricardo (1917). Setelah Adam Smith ( Absolut atau Rent for surplus), Jhon Stuart Mill ( Cooperative / Produktivitas), dan Ricardo ( Comparative dan competitive (untuk meningkatkan konsumsi, produksi masih bisa ditingkatkan meskipun dalam keadaan kapasitas penuh ) yang disebut sebagai aliran klasik, berkembang teori pertumbuhan ekonomi modern dengan berbagai variasinya yang pada intinya dapat dibagi menjadi dua, yaitu yang menekankan pentingnya akumulasi modal (physical capital formation) dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (human capital). Salah satu pandangan yang dampaknya besar dan berlanjut hingga sekarang adalah model pertumbuhan yang dikembangkan oleh Harrod (1948) dan Domar (1946). Pada intinya model ini
berpijak pada pemikiran Keynes (1936) yang menekankan pentingnya aspek permintaan dalam mendorong pertumbuhan jangka panjang.
Dalam model Harrod-Domar, pertumbuhan ekonomi akan ditentukan oleh dua unsur pokok, yaitu tingkat tabungan (investasi) dan produktivitas modal (capital output ratio). Agar dapat tumbuh secara berkelanjutan, masyarakat dalam suatu perekonomian harus mempunyai tabungan yang merupakan sumber investasi. Makin besar tabungan, yang berarti makin besar investasi, maka akan semakin tinggi pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, makin rendah produktivitas kapital atau semakin
tinggi capital output ratio, makin rendah pertumbuhan ekonomi.
Teori Pertumbuhan ekonomi Harrod-Domar
Teori pertumbuhan Harrod-Domar ini dikembangkan oleh dua ekonom sesudah Keynes yaitu Evsey Domar dan Sir Roy F. Harrod. Teori Harrod-Domar ini mempunyai asumsi yaitu:
1. Perekonomian dalam keadaan pengerjaan penuh (full employment) dan barang-barang modal yang terdiri dalam masyarakat digunakan secara penuh.
2. Perekonomian terdiri dari dua sektor yaitu sektor rumah tangga dan sektor perusahaan.
3. Besarnya tabungan masyarakat adalah proporsional dengan besarnya pendapatan nasional, berarti fungsi tabungan dimulai dari titik nol.
4. Kecenderungan untuk menabung (marginal propensity to save = MPS) besarnya tetap, demikian juga ratio antara modal-output (capital-output ratio = COR) dan rasio pertambahan modal-output (incremental capital-output ratio = ICOR).
Menurut Harrod-Domar, setiap perekonomian dapat menyisihkan suatu proporsi tertentu dari pendapatan nasionalnya jika hanya untuk mengganti barang-barang modal yang rusak. Namun demikian untuk menumbuhkan perekonomian tersebut, diperlukan investasi-investasi baru sebagai tambahan stok modal. Hubungan tersebut telah kita kenal dengan istilah rasio modal-output (COR).
Dalam teori ini disebutkan bahwa, jika ingin tumbuh, perekonomian harus menabung dan menginvestasikan suatu proporsi tertentu dari output totalnya. Semakin banyak tabungan dan kemudian di investasikan, maka semakin cepat perekonomian itu akan tumbuh (Lincolyn, 2004:64-67).
Di negara berkembang saat ini sedang menghadapi kenyataan rendahnya daya saing investasi. Ini tercermin dari rendahnya Incremental Capital Output Ratio negara berkembang dari negara maju. Incremental Capital Output Ratio negara berkembang masih berkisar 4 -5 persen, sementara Incremental Capital Output Ratio negara-negara maju hanya 2 – 3 persen. Incremental Capital Output Ratio menunjukkan besarnya investasi yang diperlukan untuk memperoleh satu persen per-tumbuhan Pendapatan Domestik Bruto.
Alasannya Kecenderungan untuk menabung masyarkatnya masih rendah dan kurangnya / rendahnya negara berkembang untuk menarik investor disebabkan ekonomi biaya tinggi (pajak, sistem legalitas), disamping itu stabilitas hukum dan politik di negara berkembang sangat berpengaruh pada masuknya investasi.
Investasi adalah penambahan barang modal secara netto yang positif. Investasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu investasi riil dan investasi finansial. Yang dimaksud dengan investasi riil adalah investasi terhadap barang-barang tahan lama (barang-barang modal) yang akan digunakan dalam proses produksi. Sedangkan investasi finansial adalah investasi terhadap surat-surat berharga, misalnya pembelian saham, obligasi, dan surat bukti hutang lainnya.
Teori ini menekankan konsep tingkat pertumbuhan natural. Selain kuantitas faktor produksi tenaga kerja diperhitungkan juga kenaikan efisiensi karena pendidikan dan latihan.Model ini dapat menentukan berapa besarnya tabungan atau investasi yang diperlukan untuk memelihara tingkat laju pertumbuhan ekonomi natural yaitu angka laju pertumbuhan ekonomi natural dikalikan dengan nisbah kapital-output.
Langganan:
Postingan (Atom)